Yoesi Bagus Taruna: Memimpin adalah Memberi Contoh

Browse By

Mengawali karier sebagai juru masak, kini ia tengah menjalankan perannya sebagai General Manager Grand Mercure Medan Angkasa Hotel. Baginya, kunci dari memimpin adalah memberi contoh pada orang-orang yang dipimpinnya.

Teks : Mutia Aisa Rahmi | Foto : Edward Kevin

Juni tahun lalu, ia ditugaskan untuk memimpin manajemen hote Grand Mercure Medan. Ini adalah kali pertama baginya ditugaskan di Medan. Tugasnya di Medan kali ini cukup menantang karena hotel yang ia jalankan ini baru saja melakukan rebranding, yang artinya akan banyak target dan rencana peningkatan kualitas pelayanan ke depannya.

Jalannya menuju dunia hospitality terbilang cukup panjang. Setelah lulus dari STP Nusa Dua Bali di tahun 1993, ia mengawali karier sebagai juru masak, sesuai dengan jurusan yang ia jalani di sana dan kini, 22 tahun setelahnya, ia menjadi pemimpin di salah satu hotel bintang lima di Medan itu.

Jalan pembuka untuk kariernya menurut Yoesi adalah ketika ia akhirnya melanjutkan studi di Bali. Ia masuk ke Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) yang ia rasa adalah sebuah tragedi, “Ketika saya liburan ke Bali, setelah lulus SMA, saya diminta Ayah saya untuk membawa formulir pendaftaran STP. Saya nggak mengira kalau formulir itu untuk saya. Formulir kosong yang awalnya akan saya bawa pulang, saya isi setelah dianjurkan oleh satpam STP,” kenangnya.

Setelah lulus dari STP, ia kemudian meniti kariernya sebagai juru masak. Karier pertamanya adalah sebagai First Commis di Hotel Seraton Timika. Kemudian ia menjabat sebagai Senior Sous Chef  di Jakarta, juga pernah menjadi Executive Chef di Yogyakarta dan Semarang, hingga menjadi Executive Assistant Manager di Novotel Banjarmasin, yang merupakan jajakan pertamanya di dunia manajerial.

Baginya, hal utama untuk menjadi pemimpin adalah memberikan contoh kepada orang-orang yang dipimpinnya. Misalnya adalah dalam hal manajemen kebersihan hotel, jika ia menginginkan layanan hotel yang besih ia harus mencerminkan hal tersebut terlebih dahulu pada dirinya. “Biasanya saya membersihkan sendiri apartemen saya bersama dengan keluarga ketika akhir minggu,”, jelasnya.

Selain itu menurutnya, keberhasilan sebuah tim adalah dengan memberikan ruang yang bebas bagi anggota tim untuk menyampaikan pendapat hingga masalah.“Biasanya kan jarang ada karyawan yang datang ke ruangan GM untuk menyampaikan permasalahannya, karna itu saya tak jarang keliling dan bertemu karyawan saya,” jelasnya.

Bukan hal yang sulit memanajemen sebuah hotel, “Ibaratnya seperti memanajemen rumah sendiri, bedanya, rumah hanya punya beberapa kamar dan ruangan, sedangkan hotel ada ratusan,” tutup Yoesi.

Related Post