Valentine dalam Pusaran Waktu

Browse By

Penulis Josua Sinaga

Hari yang dimana semerbak akan kasih sayang, serasa momen paling tempat untuk bilang ‘aku sayang kamu’. Diberbagai belahan dunia pun puny acara tersendiri dalam merayakannya, mulai dari cara klasik sekedar bertukar surat cinta sembari memberikan cokelat hingga yang paling kekinian merekam diri saat mengungkapkan rasa sayang lalu upload di sosial media, dibubui caption ‘kamu adalah segalanya

Ah, apapun itu semua orang tentunya ingin lakukan yang terbaik untuk pasanganya, sebagai wujud bahwa ia adalah satu dari sekian juta orang yang beruntung, karena mampu menaklukan hati  si dia, Tapi siapa sangka  hari yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari ini seyogyanya dirayakan sebagai hari kasih sayang, tidak hanya muda-mudi yang merayakannya, melainkan juga orang tua hingga remaja dan anak-anak juga turut menikmati perayaan hari Valentine. Sebelum berangkat jauh, tau nggak sih bagaimana sebenarnya hari Valentine itu? Berikut adalah Fakta menarik seputar Hari Valentine.

Tradisi lama Orang Romawi

Dilansir dari mirror.co.uk, hari Valentine merupakan tradisi lama yang diduga berasal dari Romawi. Awalnya, festival ini dikenal dengan festival kesuburan untuk Faunus, dewa Romawi pertanian, bernama Lupercalia yang jatuh di tanggal 15 Februari. Selama perayaan berlangsung, para anak laki-laki akan menarik nama-nama gadis dari dalam kotak untuk dijadikan pasangan saat festival. Tidak heran jika selama Lupercalia, banyak terjadi pernikahan.

Peringatan Hari Kematian St. Valentin

Pada abad kelima, festival ini dilarang, kemudian digantikan dengan hari St. Valentine di tanggal 14 Februari. Tidak ada catatan apapun tentang hari Valentine sebenarnya, sebelum munculnya puisi Chaucer di tahun 1375, sehingga banyak orang mulai menghubungkannya dengan roman.Puisi yang dibuat Chaucer ini menggambarkan burung-burung yang datang bersama-sama untuk mencari pasangan.

Sedangkan, Gereja Katolik Roma resmi mengakui bahwa Valentine adalah sosok nyata yang meninggal sekitar tahun 270. Valentine adalah pemuka agama yang dipenggal kepalanya oleh Kaisar Claudius II karena membantu pasangan Kristen menikah di tahun 1400-an.

Kaisar melarang adanya pernikahan karena menurutnya, pria lajang dapat menjadi prajurit yang lebih baik. Sedangkan Valentine merasa hal ini tidak adil, sehingga ia merayakan pernikahan secara sembunyi-sembunyi. Namun sayang, hal ini diketahui oleh Kaisar, membuat Valentine dijebloskan ke penjara dan dihukum mati.

Saat ini tengkorak St. Valentine dihiasi bunga dan ditempatkan di Roma, dipamerkan di Basilika Santa Maria, Cosmedin. Tengkorak ini ditemukan saat penggalian katakombe dekat Roma di awal tahun 1800-an.

Tradisi bertukar kartu atau surat

Hari Valentine biasanya dijadikan sebagai moment untuk berbagi hadiah, terutama bertukar kartu yang didalamnya tertulis ungkapan perasaan seseorang kepada pasangannya. Namun, ternyata bertukar kartu/surat dimulai saat St. Valentine berada di penjara. Saat dipenjara, St. Valentine mengirim surat kepada seorang gadis yang dicintainya dan ditandai dengan tulisan “From your Valentine.”

Hal itu kemudian terus dilakukan dan menjadi hal wajib yang dilakukan selama perayaan Hari Valentine. Bahkan, Pada tahun 1913, Hallmark Cards di Kansas memproduksi kartu khusus Valentine secara massal. Saat ini, sekitar satu miliar kartu dijual setiap tahunnya dan menjadi waktu pengiriman kartu terbesar kedua, setelah Natal sepanjang tahunnya.

Namun, memasuki abad ke-19, perayaan Hari Valentine tidak hanya dirayakan dengan bertukar kartu saja, melainkan semakin berkembang, misalkan dengan menghabiskan waktu bersama dengan pasangan, dan juga memberikan hadiah kepada pasangannya.

Related Post