Tertutup Awan, Gerhana Bulan Tidak Terlihat Jelas di Medan

Browse By

Penulis & Fotograger Vicky Siregar

Fenomena Gerhana bulan Blue Blood Moon atau Gerhana Bulan Berdarah kali ini  tidak terlihat jelas di kota Medan, disebabkan cuaca langit yang berawan. Sehingga menggangu jarak pandang masyarakat yang ingin melihatnya dengan menggunakan teropong yang telah disediakan oleh Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU Medan.

“Bahkan penampakan Bulan Gerhana sama sekali tidak terlihat karena cuaca atau keadaan langit di Medan secara umum berawan,” ucap Kepala Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU Medan, Dr Arwin Juli Rakhmadi Butarbutar di Kampus pasca sarjana UMSU Jalan Denai, Rabu (31/1).

Sebelumnya juga, warga yang berada di sekitaran Kampus Pascasarjana UMSU melaksanakan Shalat Sunah  Gerhana Bulan berjamaah di halaman kampus. Diperkirakan sekitar ratusan warga mengikuti shalat sunah gerhana bulan tersebut setelah melaksanakan shalat isya sebelumnya.

Lalu di lanjutkan dengan dengan menyaksikan Gerhana Bulan Blue Blood Moon dengan Teropong Teleskop yang sudah di sediakan OIF UMSU Medan.

Ada sekitar 6 teropong yang disiapkan oleh pihak panitia untuk melihat Gerhana Bulan tersebut secara bergantian dan tertib.

Namun, sangat disayangkan Gerhana Bulan kali ini disambut rasa kecewa oleh warga yang tidak bisa melihat Gerhana Bulan Blue Blood Moon yang terakhir terjadi 150 tahun yang lalu.

Seperti yang di ungkapkan Robby(23) kepada reporter Kover Magazine,  “ini adalah fenomena yang langka, terakhir ini terjadi 150 tahun yang lalu seperti yang diberitakan di media-media massa, sangat sayang sekali fenomena gerhana bulan blue blood moon kali ini tidak terlihat jelas, karena kota Medan yang berawan”, katanya.