Terpana Bukit Indah Simarjarunjung

Browse By

Penulis & Fotografer  Melda Nurrisha Lubis

Jika kebanyakan orang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Danau vulkanik terbesar di dunia ini, maka tak terhitung lagi besarnya rasa cinta ku akan pesona mu yang selalu menawan, wahai Tao Toba.

Ku rasa Anda akan sependapat dengan saya, bila menyebutkan bahwa danau yang akan ‘dijual’ sebagai destinasi unggulan Indonesia ini, memang selalu indah bila dipandang dari mana pun. Tak ada segores cacat yang dimiliki, walau belakangan kita mulai riuh dengan penghuni barunya, linta. Tapi kala berkunjung ke sana, tak pernah tampak sepi pelancong  berdatangan.

Keindahan kali ini datang dari Bukit Indah Simarjarunjung, bukan sebuah destinasi baru, namun sebelumnya surgaloka ini tak pernah terjamah oleh siapa pun, hanya sebatas tempat singgah bagi yang datang dari Brastagi menuju Parapat, atau sebaliknya.

Namun, belakangan tempat wisata ini ramai di sosial media instagram, rumah pohon yang baru selesai desember tahun lalu pun menjadi magnet, memang tempat macam ini bukan yang pertama di Indonesia, tapi rumah pohon yang berlatar keindahan danau, Cuma bisa Anda jumpai di Simarjarunjung.

Bukit Indah Simarjarunjung

Melewati Destinasi Keindahan Alam Lainnya

Keterbatasan waktu, lalu senin yang terlalu cepat tiba, membuat kita mau tak mau, harus bisa menikmati liburan senyaman mungkin, terlebih lagi sekali perjalanan bisa menyambangi dua hingga lebih surgaloka lainnya, karena butuh banyak stok foto hingga petualangan berikutnya.

Nah, jika hendak melawat Bukit Indah Simarjarunjung, maka Anda bisa menyesapi keindahan lainnya sebelum sampai di sana. Walau jalan yang ditempuh tidak semolek jalan menuju Banda Aceh, jadi jangan harap Anda bisa tertidur pulas selama perjalanan, karena teramat sayang bila alam yang indah ini harus terabaikan.

Jika berangkat melewati Siantar, maka si hijau kebun teh Sidamanik Bah Butong adalah yang pertama akan Anda dapati, perjalanan selama 4 jam dari Medan membuat lelah mulai mendera tubuh. Nah, duduk sembari menikmati jajanan ditepi hamparan kebun teh, adalah satu dari sekian banyak kenikmatan yang Tuhan berikan.

Angin yang bertiup sepoi-sepoi, seolah merayu agar betah berlama-lama di sana, memang pemandangan nan elok macam ini, tak ada satu pun restauran sekaliber bintang lima yang mampu menyajikannya.

Penampakan Danau Toba

Menyesapi Kesegaran Aek Manik

Biru, bening dan dingin itulah yang terlintas pertama kali ketika sesampainya di Aek Manik, tidak begitu jauh setelah melewati hamparan hijau perkebunan teh. keasrian alamnya masih terjaga. Untuk menikmati sajian ala mini, Anda cukup merogoh kocek Rp 5000 per orang.

Sejenak untuk membasahi kaki, atau pun menyapukan dingin air ke wajah. adalah ritual wajib di sana, lah, kan sayang bila hanya sekedar datang lalu mengeluarkan smartphone selanjutnya cekrek, cekrek dan kemudian pulang. Walau tujuan utama memang bukan ini, tapi sekiranya nyebur dan menyatu dengan alam memang tiada duanya.

Oiya, bagi yang baru belajar berenang atau tidak bisa sama sekali, jangan risau, karena kolam alam ini hanya sedalam pinggang orang dewasa. tapi yang namanya alam, tentu tetap ada tutur yang dijunjung, jadi jangan sembrono berbuat di sana, sebab tempat ini masih dijaga oleh alam.

Keramaian di hari libur

Menjemput Senja

Usai berbasah-basahan, badan pun terasa segar dan siap untuk melanjutkan perjalanan, awalnya rag uterus bergejolak, akankah sebelum matahari terbenam kaki ini bisa tiba di sana. Lamunan pun kian menjauh, memandangi jalanan terjal bebatuan, maaf karena memang panasnya aspal belum menyentuh tanah di sana. jalanan sempit yang berteman dengan jurang dan tebing berbatuan, membuat asa kian menipis.

Siapa sangka, lamunan kosong itu pun ditepiskan lewat petunjuk jalan yang bertuliskan Bukit Indah Simarjarunjung, menadah tertuju ke atas bukit, pertanda tak lama lagi akan sampai.

Setibanya, sudah banyak kendaraan beroda empat yang terpakir rapi di bahu jalan, selanjutnya perjalanan pun ditempuh dengan berjalan kaki, hitung-hitung pengorbanan sebelum mendapati keindahan alamnya.

Tak ubahnya lautan manusia yang hendak nonton konser, begitulah penampakan yang ada, lautan manusia yang berbaris satu demi satu guna berfoto ria di atas rumah pohon, tak banyak waktu yang diberikan sekitar 10 sampai 15 menit, selepas itu akan ada pria berbadan jangkung yang menerikan Anda harus segera turun. Dan setelah itu Anda harus membayar Rp 5.000 per orang.

Cukup murah untuk tempat seindah ini, tapi bila boleh memberi saran, jangan coba-coba untuk berkunjung di hari Minggu atau hari libur lainnya. karena Anda harus mempersiapkan tenaga untuk bersikut-sikutan dengan pengunjung lain, demi sebuah pengakuan anak hits masa kini.