Raja Meliala, Revolutionary of Educational Equality

Browse By

Penulis & Fotografer : Parada Muqtadir Siregar

Berawal dari rasa miris terhadap attitude anak jalanan, kini lewat Yayasan 1000 Foundation ia menyekolahkan ratusan anak putus sekolah.

“Jika disuruh memilih, akan lebih menyukai yang mana, anak yang datang ke kamu lalu bermodalkan welas asih, atau datang dengan pendidikan yang mempuni sembari menawarkan dagangan dengan gaya bak marketing?” ucap Raja Meliala saat memulai sesi Ekslusif Interview bersama KOVER Magazine.

Siapa sangka, lewat yayasan yang ia bentuk 2013 silam kini namanya mulai ramai hingar bingar dibeberapa media, bahkan sebuah merek air minum dalam kemasan ternama di negeri ini, memakai wajahnya untuk Social Program yang  bertemakan air.

“Dulu waktu pertama kali KOVER Magazine hadir, saya melamar untuk menjadi fotografer, namun tidak ada panggilan, siapa sangka hari ini (22/01) saya diinterview langsung,”ujarnya.

Tak hanya itu, bekerja selama 2 tahun sebagai Teller di salah satu bank, kini menggeluti dunia Fotografi dan dunia retail guna menyambung hidup, “Selama dua tahun itu, aku ngerasa seperti bangkai hidup, kayak nggak ada guna,” tandasnya.

Untuk diketahui, 1000 Foundation atau yayasan seribu merupakan wadah bagi para pemuda dan donatur berdonasi dan menyisihkan sedikit rezekinya sebanyak Rp. 1000 per hari yang dikumpulkan selama sebulan, minimal Rp 30.000.

“Awalnya saya ingin memberi nama Raja Foundation, namun karena ini untuk kepentingan banyak orang tidak hanya saya saja, 1000 Foundation pun dipilih,”tuturnya.

Untuk menentukan anak yang layak untuk disantunin, atau pun sekolah yang harus diperbaiki, yayasan ini juga punya tim survey, “Aku pun turun, untuk melakukan survey kelayakan, dan sebenarnya donatur lah lebih berperan untuk memilah mana anak yang layak untuk kita berikan beasiswa, sehingga fungsi sosial tadi pun terwujudkan,”ucapnya.

Kini tercatat sudah ada 400 nama yang tercatat sebagai donator, yang menakjubkan adalah rata-rata mayoritas umur dari 17-30 tahun.”Anak muda semua, yang orang tua kebanyakan berpartisipasi ketika ada event atau kegiatan Bedah Sekolah,”ujarnya.

Dengan begitu banyak uang yang mengalir, tak salah jika tudingan tak sedap sering hinggap, “Sepeser pun tak pernah kami sentuh uang donator, saya pun membuat ini bukan untuk mencari keuntungan, bahkan banyak uang yang harus dibuang untuk 1000foundation, setiap akhir tahun kita juga selalu memberikan laporan pada para donator,”akuinya.

Untuk membangun kepercayaan bukan perkara remeh-temeh, apalagi saat ini banyak penipuan yang berkedok yayasan, “Aku punya teman 10 orang, nah setiap teman ku ini harus meyakinkan 10 oranglagi, jadi sistem Multi Level Marketing itu lah yang kami adopsi, karena promosi langsung dari mulut ke mulut lebih efektif ketimbang brosur atau billboard,”ungkapnya.

Tercatat hingga saat ini sudah ada 6 sekolah yang sudah diperbaiki, tiga sekolah di Medan, dan sisanya satu di Siantar, Percut dan Bogor. Oiya, walau pun 1000foundation bermarkas di Medan, tapi donaturnya nasional,” Donatur kita ada mencakup seluruh daerah di Indonesia, bahkan ada satu dari Taiwan dan satu dari Afrika,” tuturnya.