Ragam Mitos Di Bulan Puasa

Browse By

Penulis Parada Al Muqtadir (Berbagai Sumber) | Photo Berbagai Sumber

Kebiasaan kita dalam kehidupan sehari-hari yang sering dianggap remeh temeh, ternyata malah bisa berakibat fatal untuk kesehatan, cerita dari leluhur pun terus diwariskan hingga sulit membedakan mana benar dan mana yang hanya isapan jempol belaka, berikut beberapa mitos yang acap kali kita lakoni kala menjalankan ibadah puasa.

Perpanjang Usia
Tak Banyak informasi manfaat mengurangi asupan makanan yang berkalori tinggi terbukti dapat memperpanjang usia. Sebuah penelitian pun dilakukan terhadap monyet rhesus, spesies yang merupakan kerabat dekat manusia, mendapati bahwa manfaat diet itu ternyata beragam, mulai dari kekebalan terhadap kanker, mengurangi kemungkinan sakit jantung, dan berkurangnya resiko penyakit yang terkait dengan pertambahan usia. Tapi setidaknya yang dapat dipastikan adalah puasa itu menyehatkan tubuh.

Penderita Maag Dilarang Berpuasa
Telat makan dan perut kosong adalah pantangan besar bagi penderita maag. Puasa pun jelas jadi momok menakutkan, tapi bukan berarti semua penderita maag tidak bisa melakukan ibadah puasa dibulan penuh ampunan ini.
Secara harfiah maag terbagi dua, fungsional dan dispepsia organik. Maag fungsional terjadi jika penderitanya makan tidak teratur, makan makanan berlemak, minuman bersoda, kopi, stres dan merokok, tanpa ada kerusakan berarti di dalam lambung.

Sedangkan maag organik terjadi karena adanya sesuatu yang tidak normal di dalam lambung, seperti tukak lambung, tukak usus duabelas jari, GERD (Gastroesophageal reflux disease), polip atau kanker di kerongkongan, usus duabelas jari dan lambung, lalu kabar baiknya adalah sakit maag fungsional akan membaik jika berpuasa.

Minum Kopi Saat berbuka Menyegarkan Tubuh
Angapan ini sudah lama beredar di masyarakat, kenyataanya memang tubuh mengalami kekurangan cairan tubuh saat berpuasa, tapi karena kopi dan teh mengandung kafein yang akan memicu gejala penyakit maag pada perut kosong setelah seharian berpuasa. Selain itu, kandungan kafein dalam kopi akan membuat jantung terasa berdebar jika langsung diminum pas berbuka puasa.

Untuk itu, ada baiknya tetap mengikuti anjuran dokter yakni 2-4-2. dua gelas air putih saat berbuka, 4empat gelas sebelum tidur dan dua gelas saat santap sahur.

Berbukalah Dengan yang Manis
Berbuka dengan yang manis, begitulah tagline iklan teh dan sirup botolan. Tanpa sadar pun kini menjadi kebiasaan mendahulukan makanan serba manis untuk membatalkan puasa. Padahal ada batasan tingkat kadar konsumsi gula per hari, Dimana menurut Ridwan dalam buku Studi Diet Total (2014), menyatakan bahwa konsumsi gula lebih dari 50 gram (4 sendok makan) akan mengakibatkan kenaikan berat badan.

Nah, kenapa kurma selalu dijadikan bukaan tepat kala berbuka puasa, sebab setelah berpuasa seharian, kadar gula darah terus menurun, dalam satu buah kurma terkandung 20 kalori, karbohidrat lima gram dan protein 0,2 gram. Maka kurma dibilang sangat bagus untuk berbuka lantaran termasuk karbohidrat kompleks dan tidak memicu kenaikan kadar gula yang drastis. jadi berbukalah dengan yang manis sesuai aturan.

Menurunkan Berat Badan
Ini sebenarnya mitos yang paling konyol, berharap selama 30 hari menahan lapar dan harus bisa mengempeskan perut yang kadung buncit, ah rasanya macam sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, menjalankan ibadah dapat bonus turun berat badan.

Alhasil, tak sedikit yang mendulang kecewa diakhir penantian, alih alih mengencangkan perut, malah kian bertambah angka bobot badan. memang benar puasa mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan memberi tahu tubuh bahwa kalori yang diserap kurang dari yang dibutuhkan. Hal itu mendorong tubuh untuk memperlambat metabolisme dan menghemat energi agar tetap efisien, Tapi ingat semua itu akan sirna seketika bila saban hari berbuka dengan air dingin dan gorengan, jadi turun atau naiknya berat badan tergantung pola makan kita saat berpuasa.

 

Related Post