Ragam Makanan Khas Lebaran

Browse By

Foto: Berbagai Sumber

Lebaran merupakan momen yang paling ditunggu oleh umat muslim setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Momen silahturahmi itu biasanya akan dihiasi dengan penganan khas yang jarang ditemui sebelum hari raya Idul Fitri menjelang. Berikut beberapa makanan khas lebaran beberapa daerah di Indonesia maupun negara lain.

  1. Nastar pelangi

Nastar adalah sejenis kue kering dari adonan tepung terigumentega dan telur yang diisi dengan selai buah nanas. Nastar berasal dari bahasa Belanda yaitu “Ananas/ nanas” dan “Taart/tart/pie” yang artinya Tart nanas. Kue yang digemari oleh orang Belanda dengan kue pie atau taart eropa yang biasanya diisi blueberry dan apel. Karena di Indonesia, blueberry dan apel amat sulit ditemukan kendati belum adanya infrastruktur supermarket di zaman penjajahan Belanda, nanas dipilih sebagai buah penggantinya. Kini nastar mulai disajikan dengan berbagai variasi yang tak hanya enak di lidah tapi juga menarik dilihat. Salah satunya nastar pelangi yang dikreasikan dengan warna yang menarik dan aman dikonsumsi.

 

  1. Nasi Kabsah khas Arab

Salah satu hidangan tradisional dan lezat yang menjadi kuliner favorit penduduk setempat di Arab Saudi adalah nasi kabsah. Kabsah juga biasa disebut hidangan nasional Kerajaan. Hidangan dasarnya terdiri dari beras panjang jenis basmati yang dimasak dengan ayam atau daging kambing dan kadang-kadang daging sapi dan udang dengan rasa rempah-rempah campuran yang memberikan aroma pedas cabai dan tekstur yang menakjubkan dari almond, sultana dan kacang pinus. Makanan ini selalu disajikan secara khusus di hari besar perayaan seperti Idul Fitri.

 

  1. Maladewa- Kulhi Boakibaa

Saat kamu ke Maladewa ketika Idul Fitri, kamu akan mendapatkan sajian ini di rumah-rumah yang merayakannya. Negara India yang dikenal memiliki kepulauan dengan wisata pantai yang indah di dunia ini tak kalah ketinggalan jika dinilai dari makanan khas lebaran. Satu diantaranya Kulhi Boakibaa (fishcakes). Kulhi Boakibaa adalah nasi yang dicampur dengan parutan kelapa, daging tuna segar serta beberapa rempah yang menjadikan rasanya enak dan gurih.

 

  1. Papeda Papua

Papeda merupakan makanan yang eksotis dan unik sehingga mulai dicari oleh petualang kuliner. Pada umumnya, papeda dikonsumsi bersama dengan ikan tongkol. Namun, papeda dapat juga dikombinasikan dengan ikan gabuskakap merah, bubara, hingga ikan kue. Selain kuah kuning dan ikan, bubur papeda juga dapat dinikmati dengan sayur ganemo yang diolah dari daun melinjo muda yang ditumis dengan bunga pepaya muda dan cabai merah. Di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di Papua, sagu merupakan bahan dasar yang diolah dalam berbagai makanan. Sagu bakar, sagu lempeng, dan sagu bola, menjadi sajian yang paling banyak dikenal di berbagai pelosok Papua, khususnya dalam tradisi kuliner masyarakat adat di Kabupaten Mappi, Asmat, hingga Mimika.

 

  1. Kembang Goyang

Kue Kembang Goyang adalah salah satu kue tradisional khas Betawi. Nama kembang goyang berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga atau kembang dan proses membuatnya digoyang-goyang hingga adonan terlepas dari cetakan kue Kembang goyang menjadi suguhan khas masyarakat betawi dan biasa disajikan pada saat hari raya Idul Fitri dan acara-acara hajatan. Kue Kembang goyang juga menjadi salah satu kue tradisional nusantara yang disajikan untuk tamu yang bersilaturahmi karena memiliki rasa yang renyah dan gurih. Kue kembang goyang juga dikenal dengan nama kue kembang loyang atau kue loyang di Sumatera.  Sesuai namanya, kue kembang goyang bentuknya menyerupai bunga atau kembang yang sedang mekar. Kembang goyang sendiri merupakan nama sejenis perhiasaan yang dipasangkan di rambut atau sanggul konde dan dapat bergerak-gerak/bergoyang karena memiliki pegas yang biasa dipakai oleh pengantin-pengantin Jawa.