Peringati Hari Buku, Institut Sumatera Gelar “Membaca Sumatera”

Browse By

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Most Literate Nation In The World pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan berada di posisi ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Hal ini menunjukkan masih minimnya minat membaca seluruh masyarakat Indonesia saat ini.

Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada hari Rabu (17/5), Yayasan Pusat Kajian dan Dokumentasi Sumatera (Institut Sumatera) berkejasama dengan Dinas  Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumatera Utara, Lingkarfiksi, Sopo Panatapan, Mataniari, Historical Sumut, Tobaleuser, Rumah Karya Indonesia, Umbara Books, dan Simpel menggelar kegiatan bertajuk “Membaca Sumatera”. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 17-20 Mei 2017 di Perpustakaan Daerah Sumatera Utara.

Tema Membaca Sumatera sendiri diambil karena ingin mengingatkan seluruh masyarakat Sumatera bahwa sebelum Indonesia Merdeka, Sumatera memiliki masa kejayaan sebagai kota penerbitan buku. Bahkan, kala itu, Medan pernah menjadi pusat penerbit buku yang menelurkan beberapa nama penerbit terkenal, seperti Bin Harun, Djambatan, Monora, Madju, Hasmar, Ambilo, Indra Balige, dan masih banyak lagi.

“Ada satu desa di daerah Sumatera Utara bernama Desa Sitahuis, berada di antara Tarutung dan Sibolga. Desa ini merupakan desa yang memiliki penerbit dan percetakan sendiri, bahkan Uang Republik Tapanuli pernah dicetak di sana sebagai mata uang resmi Tapanuli di awal kemerdekaan,” tutur John Fawer Siahaan, Ketua Institut Sumatera.

Nantinya, akan banyak kegiatan yang bisa diikuti di Perpustakaan Daerah Sumatera Utara ini. Akan ada pameran buku Sumatera terbitan Tahun 1816-1967 dan buku langka, diskusi “Kode-Kode Nusantara” bersama Hokky Situngkir, ilmuwan muda dan salah satu pendiri Bandung Fe Institute yang meneliti Batik Fraktal dan Gorga, diskusi Menggait Medan Sebagai Kota Penerbit, Mengenang Sastrawan Sumatera, Literasi Kebencanaan dan Bincang-bincang santai dengan menghadirkan beberapa pembicara yang mumpuni di bidangnya seperti Ichwan Azhari, Idris Pasaribu, Hasan Al Banna, dan lain-lain. (Elsa)