Penuh Khidmat, Begini Prosesi Menyembelih Kerbau Bobby dengan Kahiyang

Browse By

Ritual adat pada hari Jumat (24/11) pukul 06.00 WIB diawali dengan Manalpokkon Lahan ni Horja atau pemotongan hewan kurban berupa kerbau. H. Pandapotan Nasution, selaku pemangku adat yang  memimpin jalannya upacara adat ngunduh mantu Kahiyang-Bobby di Medan. Kerbau yang akan disembelih hanya satu sebagai simsecara bersamaan pada acara  Manalpokkon Lahan ni Horja ini.

“Dari beberapa marga yang ada dalam struktur suku Mandailing akan memberikan sumbangan hewan kurban. Total akan ada 20 ekor kerbau yang akan dikurbankan sebagai landasan upacara adat,” tutur H. Pandapotan Nasution, S.H. yang bergelar Patuan Kumala Pandapotan.

Untuk diketahui, Marga Mandailing atau Mandahiling sendiri terdiri dari Lubis, Nasution, Pulungan, Batubara, Parinduri, Lintang, Harahap, Hasibuan (Nasibuan), Rambe, Dalimunthe, Rangkuti (Ra Kuti), Tanjung, Mardia, Daulay, Matondang, dan Hutasuhut. Suku Mandailing memiliki keunikan karena tidak semuanya mencantumkan marga dalam namanya, karena dianggap cukup sebagai identitas antara orang Mandailing atau Mandahiling sendiri.

Peserta Manalpokkon Lahan ni Horja terdiri dari Suhut, Kahanggi, AnakBoru, Namora Natoras, dan Harajaon. Suhut diwakili oleh Darmin Nasution dan Erwan Nasution. Ada tiga Kahanggi yang terdiri dari Faisal Oloan Nasution yang bergelar Mangaraja Parlindungan, Pasununan Nasution yang bergelar Sutan Parimpunan, dan Parlindungan Nasution yang bergelar Mangaraja Gunung.

AnakBoru yang terlibat adalah Ridwan Lubis bergelar Nangkodo Rajo, Husin Hasibuan yang bergelar Tongku Raja Muda, Sarmadan Hasibuan bergelar Sutan Hakim, Chairuddin Lubis bergelar Sutan Pandapotan, dan Abersyah Harahap. Namora Natoras yang dipilih adalah Moh. Saleh Nasution yang bergelar Pagar Martua. Harajaon  yang turut serta dalam Manalpokkon Lahan ni Horja terdiri dari sembilan orang yang terdiri dari keluarga marga Nasution dan marga Lubis.

 

Related Post