Pengaruh Hormonal pada Masa Haid

Browse By

Haid adalah salah satu siklus yang terjadi pada organ reprodusi wanita di usia produktif. Ada banyak yang mempengaruhi jalannya siklus haid, salah satu yang paling berpengaruh adalah hormonal.

Penulis: Mutia Aisa Rahmi | Fotografer : Foto Spesial

Haid atau menstruasi adalah proses meluruhnya kumpulan darah yang ada pada dinding rahim. Darah tersebut merupakan nutrisi yang terkumpul di rahim untuk menunjang proses dan perkembangan kehamilan. Jika rahim yang sudah penuh dengan kumpulan darah tersebut tidak mengalami pembuahan dan timbulnya kehamilan, Rahim akan melakukan proses peluruhan dan terjadilah pendarahan dalam jangka waktu tertentu.

Haid yang dikatakan berada pada kondisi normal adalah haid yang terjadi secara siklus dan periodik. Haid normal berjangka waktu sekitar 28 hari dan masa pendarahan selama 3 sampai 7 hari.

Dr. Hayu Lestari Haryono, SpOG mengatakan, masa haid seseorang akan sangat dipengaruhi oleh kondisi hormonal. Di mana nantinya akan mempengaruhi mulai siklus haid, masa haid hingga kondisi fisik dalam masa periodenya. “Karena hormon itu seperti pemberi sinyal ke otak kita, dan otak akan memberika perintah ke bagian tubuh kita berdasarkan itu,” jelasnya ketika berbincang bersama tim Kover Magazine di kliniknya 13 Februari lalu.

Dr. Hayu memaparkan, ada beberapa jenis gangguan haid yang disebabkan oleh kondisi hormonal seseorang, berikut di antaranya:

1. Kelainan dalam jumlah perdarahan

Kelainan pendarahan pada haid terbagi atas dua jenis, yakni Hipermenorea dan Hipomenorea.

Hipermenorea adalah Kondisi ketika masa pendarahan haid yang dialami lebih dari 8 hari. Kondisi ini dikatakan kelainan karena jumlah darah yang keluar akan lebih banyak daripada siklus haid normal. Jika masa haid berlangsung semakin lama dikhawatirkan penderita akan mengalami kekurangan darah. Sedangkan Hipomenorea adalah kondisi sebaliknya, masa haid berlangsung kurang dari 8 hari dan pendarahan yang terjadi tidak cukup banyak.

2. Kelainan siklus

Kelainan siklus haid dapat dibagi tiga, yakni Polimenore, Oligomenorea dan Amenorea. Polimenorea merupakan siklus haid lebih pendek dari biasanya ( < 21 hari ). Sedangkan Oligomenorea kebalikan dari Polimenorea, Oligomenore adalah siklus haid lebih panjang yaitu lebih dari 35 hari. Dan Amenorea adalah keadaan di mana seseorang yang tidak mengalami haid setidaknya 3 bulan berturut-turut.

3. Pendarahan di luar haid

Kelain ini ditandai dengan terjadi perdarahan yang bisa berupa bercak-bercak maupun darah biasa seperti haid namun di luar siklus haid yang biasa dialami.

4. Gangguan lain seperti nyeri haid (dismenorea) dan premenstrual tension

Kondisi ini dikenal dengan sebutan “senggugut”, biasanya terjadi sebelum, saat atau kadang setelah masa haid berakhir.

“Rata-rata penyebab dari gangguan ini adalah ketidakseimbangan hormon yang bisa dipengaruhi oleh kerja otak kita, regulasi hormon pemicu haid seperti FSH (follicle stimulating hormones) dan LH (leutinizing hormones) diatur oleh otak, dan kerja otak kita dipengaruhi oleh lifestyle dan kondisi fisik serta mental kita,” jelas Dr.Hayu lebih lanjut.

Kelainan dan gangguan tersebut dipacu oleh beberapa faktor, beberapa di antaranya adalah:

Stres

Siapapun bisa mengalami stress, bisa karena pekerjaan, masalah keluarga, atapun percintaan. Kabar buruknya, jika masalah tidak segera dipecahkan, level stress akan semakin meningkat dan mempengaruhi kerja otak.

Hormonal imbalance

Salah satu penyebab ketidakseimbangan hormonal adalah faktor stres. Karena stres, kita juga bisa kurang tidur atau istirahat. Tubuh terus menerus gelisah dan hati tidak tenang. semua hal ini lagi lagi berdampak buruk terhadap kinerja otak dalam mengatur regulasi hormon di dalam tubuh kita.

Gaya hidup

Lifestyle bisa berpengaruh terhadap perubahan hormon dan pola haid. Seperti insomnia, stres kronis, dan pilihan makanan yang tidak sehat. Boleh kok makan fast food, tapi harus kita imbangi dengan makanan segar seperti buah dan sayur. Perhatikan juga asupan protein yang bisa kita dapat dari telur, susu dan daging. Selain itu faktor luar yang berpengaruh juga konsumsi alkohol dan merokok bukan hanya akan menyebabkan gangguan pada pola haid tapi juga berpengaruh terhadap kesuburan.

“Jika kita mengalami gangguan haid , dianjurkan untuk coba lakukan olahraga ringan, tidur yang cukup, makan teratur dan hilangkan stress. Periksakan diri ke dokter kandungan untuk mengeliminasi kemungkinan penyakit organik seperti myoma uteri dan kista pada indung telur,” papar Dr. Hayu.

Gangguan Haid yang berlama lama dan tidak diperbaiki, otomatis akan menyebabkan tingkat kesuburan terganggu. “Bagi para wanita yang ingin program hamil, sangat dianjurkan untuk mengetahui siklus haidnya agar masa kesuburan dapat diprediksi,” tambahnya

Ada banyak langkah untuk memperbaiki siklus haid antara lain adalah istirahat yang cukup, asupan gizi dan vitamin tambahan, dan lakukan aktivitas olahraga dan mengurangi stres berlebih. “Konsultasikan kepada dokter kandungan dan jangan segan segan untuk bertanya,” tutup Dr. Hayu.

Daftar Mitos Seputar Menstruasi

Ada banyak mitos yang beredar di masyarakat. Beberapa mitos tersebut banyak dipercaya oleh wanita dari berbagai kalangan, namun justru banyak di antara mitos tersebut tidak benar. Berikut beberapa mitos seputar mensturasi yang ditanggapi langsung oleh Dr. Hayu :

Dilarang keramas saat mandi ketika masih di masa haid: MITOS

“Mandi dengan air hangat justru dianjurkan karena rasa hangat bisa membantu mengurangi rasa kram perut. Menjaga kebersihan tubuh saat haid juga hal yang tidak kalah penting.”

Dilarang minun air es: MITOS

“Sebenarnya bukan tidak boleh, tetapi karena baanyak dari kita yang haid terkadang perut terasa gembung, dan untuk menenangkan rasa gembung biasanya kita cenderung minum sesuatu yang hangat seperti secangkir teh. Jadi silahkan saja kalau memang sedang tidak gembung.”

Sebaiknya minum air soda agar darah haid yang dikeluarkan semakin banyak dan Rahim menjadi bersih: MITOS

“Minum soda tidak menyebabkan darah haid yang keluar semakin banyak alias memperlancar haid. Darah haid sudah diproduksi dari sananya dengan kapasitas tertentu tiap bulannya. Jadi kadang bisa banyak kadang bisa sedikit.”

Dilarang berenang saat haid: MITOS

“Enggak kok, enggak seperti itu. Haid justru tidak keluar saat kita berenang. Teman saya atlet renang nasional enggak pernah bertanya seperti itu, dan sudah dibuktikan sendiri bahwa haid tidak mengganggu aktivitas renangnya.”

Dilarang jogging saat haid: MITOS

“Berolahraga ringan saangat dianjurkan terutama saat menjelang haid agar membantu peredaran darah semakin lancar dan dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk jogging, boleh kok stretching ringan di rumah.”

Berhubungan seks saat haid tidak akan menyebabkan hamil: MITOS

“Ini pemahaman yang sangat menyesatkan. Wanita tetap bisa hamil walaupun melakukan hubungan seks saat haid. Sperma mampu bertahan 3 sampai 5 hari didalam rahim. Ditambah lagi sel telur bisa mengalami ovulasi sesaat setelah masa berdarah selesai.”

Tidak boleh tidur siang saat haid, karena akan bikin semakin lemas: MITOS

“Tidak beristirahat justru akan membuat badan kita semakin lelah. Namun sebelum tidur siang disarankan makan dulu dan konsumsi obat penghilang nyeri bila perlu, sehingg waktu istirahatmu tidak terganggu.”

Sakit saat haid merupakan penyakit turunan: MITOS

“Respon tubuh manusia berbeda beda terhadap rasa nyeri. Jika ibu atau saudara perempuanmu mengalami nyeri haid belum tentu kamu juga begitu dan sebaliknya.”