Mumps, Kenali Virus Penyebab Gondong

Browse By

Penulis : Mutia Aisa Rahmi (Berbagai Sumber) | Foto : Your Health/YouTube

Penyakit Gondong cukup familiar bagi masyarakat awam, gejalanya ditandai dengan terjadinya pembengkakan di bagian dagu. Namun, sudahkah kita mengenal penyebabnya?

Penyakit Gondong atau Gondongan, sebenarnya bukan termasuk jenis penyakit yang berbahaya. Namun, penyakit ini merupakan penyakit menular yang penyebabnya masih belum banyak diketahui masyarakat umum. Karenanya, penyebab penyakit ini perlu kita ketahui agar penangan bagi penderita dapat dilakukan dengan tepat dan tidak terjadi penularan.

Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak pada usia 2-14 tahun, namun juga dapat menyerang orang dewasa dengan akibat yang lebih berat. Pada orang dewasa, inveksi virus ini juga akan menyebabkan beberapa komplikasi seperti pembengkakan pada testis bagi pria, sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara, dan organ lainnya.

Virus Mumps merupakan virus yang menyebabkan penyakit ini. Ia masuk melalui saluran pernafasan manusia yang kemudian mengendap dan berkembang biak pada kelenjar air liur atau gelenjar Parotid. Kelenjar ini terletak dibagian bawah telinga samping wajah, dan berfungsi sebagai produsen air liur pada mulut manusia.

Ketika virus Mumps menyerang gelenjar Parotid, virus tersebut akan mengalami masa inkubasi terlebih dahulu selama 14-20 hari. Selama masa inkubasi ini, biasanya penderita belum mengalami gejala apa-apa. Barulah setelah melewati masa inkubasi, serangan virus ini akan memberikan berbagai macam efek selain pembengkakan tersebut.

Umumnya penderita akan mengalami nyeri sendi yang diikuti demam. Penderita juga akan mengalami gangguan pada nafsu makan, sakit kepala dan lelah. Selain itu, akan muncul pembengkakan pada bagian bawah telinga samping wajah sebagai efek dari infeksi pada gelenjar Parotid.

Pada puncak infeksi, penderita juga akan mengalami kaku pada rahang yang menyebabkannya mengalami kesulitan untuk menggerakkan mulut, juga diikuti dengan mulut kering dan sakit tenggorokan.

Pada masa infeksi, penderita dianjurkan untuk beristirahat dan tidak melakukan kegiatan di luar rumah, karena virus ini sangat sensitif pada paparan sinar matahari.

Penularan

Tak banyak yang tau bahwa, penyakit Gondongan yang disebabkan oleh virus Mumps ini dapat menular dengan mudah dari penderita ke orang lain. Penularannya mirip seperti penularan penyakit flu.

Seperti yang diketahui, virus Mumps masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran penapasan, karenanya, ia dapat menular melalui udara.

Selain itu, virus ini juga dapat menular melalui cairan tubuh seperti air liur, urin ataupun ingus. Uap yang keluar ketika penderita melakukan bersin juga dapat menjadi sumber penularan virus ini.

Untuk menghindari penularan, penderita dianjurkan sebisa mungkin meminimalisir interaksi dengan orang lain atau menggunakan masker mulut selama masa pemulihan.

Penanganan

Penyakit ini merupakan jenis peyakit yang menyebabkan infeksi sehingga dapat diatasi atau disembuhkan oleh sistem kekebalan tubuh manusia tanpa perlu tambahan obat-obatan.

Namun, beberapa hal harus diperhatikan agar penyembuhan dapat berjalan cepat. Biasanya masa pemulihan infeksi ini akan memakan waktu selama 2-3 minggu setelah efek virus dirasakan penderita.

Selama masa pemulihan penderita dianjurkan melakukan istirahat dan mengurangi aktifitas, banyak minum air putih dan menghindari minuman atau makanan yang sensitif terhadap kelenjar Parotid seperti jus buah. Mereka juga dianjurkan untuk mengkonsumsi makana-makanan lunak untuk mengurangi rasa sakit saat mengunyah.

Mengkonsumsi obat pengurang rasa nyeri seperti Parasetamol dapat dianjurkan jika penderita mengalami nyeri dan sakit kepala yang cukup berat.

Bagi seorang yang sudah pernah mengalami penyakit Gondongan akan kebal terhadap virus Mumps seumur hidup.

Foto: Everyday Health

Beberapa Komplikasi Penyakit Mumps

Penyakit Mumps juga dapat menyebabkan beberap komplikasi pada beberapa organ tubuh. Hal ini dikarenakan, virus yang telah masuk ke dalam tubuh dapat menyebar melalui aliran darah.

  • Pembengkakan Testis

Pada penderita dewasa, pembengkakan testis akan ikut dialami sekitar empat hari setelah mengalami pembengkakan gelenjar Parotid. Saat mengalaminya, penderita dapat melakukan kompres pada bagian yang bengkak untuk mengurangi rasa sakit, atau juga dapat mengkonsumsi parasetamol. Penderita dianjurkan untuk memakai pakaian dalam yang nyaman selama masa pembengkakan.

  • Pembengkakan Indung Telur

Sama dengan pembengkakan Testis, komplikasi ini juga hanya terjadi pada penderita yang telah melwati masa pubertas. Pembengkakan pada indung telur ini akan menyebabkan penderita mengalami mual, demam dan sakit pada bagian bawah perut. Kondisi ini dapat pulih sebdiri dengan kekebalan tubuh.

  • Pankreas

Jika penderita mengalami komplikasi pada pangkreas, penderita akan menderita sakit tiba-tiba pada bagian tengah perut dan akan bepotensi mengalami diare, demam, mual dan kehilangan nafsu makan.

  • Mengitis Virus

Penderita Mumps juga akan berpotensi mengalami Mengitis ringan dengan gejala sama seperti penyakit flu. Namun akan kembali pulih dengan sendirinya selama kurang lebih dua minggu.

Related Post