The Mummy yang ala Kadarnya

Browse By

Penulis Parada Al Muqtadir | Foto Berbagai Sumber

Film yang sempat mencuri perhatian tahun 1999 kembali dibangkitkan, kali ini Universal Studio yang menggarapnya. Tom Cruise pun didapuk menjadi ujung tombak dalam film ini, setidaknya biar mampu menandingi seri ketiga The Mummy.

Kali ini Nick Morton diperankan oleh Tom Cruise menggantikan Brendan Fraser. Cerita pun dimulai saat Nick yang memiliki pekerjaan sampingan dengan mencari harta karun dan menjualnya di pasar gelap, mencuri peta Jenny Halsey, yang ternyata diketahui anak buah dari dr. Henry Jekyll.

Tanpa disengaja, lewat sebuah ledakan dahsyat mengantarkan Nick dan Jenny pada sebuah reruntuhan kuno makam Ahmanet, seorang putrid yang dihukum dengan dimumikan hidup-hidup lantaran mencoba bersekutu dengan Dewa Kematian.

Sebuah tembakan gegabah akhirnya membuat Nick menjadi orang ‘terpilih’ yang mau tidak mau kutukan itu pun harus melekat pada dirinya, semenjak itu ia pun bisa melihat masa lalu dimana Putri Ahmanet masih disembah banyak orang.

Ahmanet (Sofia Boutella) pun bangkit,  dan langsung berhasrat untuk kembali melakukan ritual denga Set (Dewa Kematian) yang sebelumnya telah gagal. rencana ini pun tak mulus karena ada dr. Jekyll yang juga ingin membinasakan kutukan itu. Oh iyah, lewat karakter satu ini pula menjadi landasan untuk tampil di film solonya dalam dunia Universal Monsters. Universal akan me-reboot banyak film klasik seperti Frankenstein, Van Helsing, Invisible Man, Wolf Man dan lainnya. The Mummy adalah film pertama di dunia Universal Monsters.

Film yang seharusnya ber-genre horor ini pun  tak mampu menampilkan aksi ciamik dari Tom Cruise, walau pada adegan pesawat jatuh dan ia harus jungkir balik di dalamnya tanpa peran pengganti. Seperti aksi-aksinya yang menegangkan pada film Mission Impossible, adegan tersebut benar-benar dilakukannya, bukan karena bantuan efek komputer.

Dari segi aksi dan cerita, film yang  mengahabiskan biaya produksi sebanyak 125 juta dolar AS tergolong biasa-biasa saja, tapi visualnya cukup mempuni.

Related Post