Mocca dan Payung Teduh Hibur Penonton di Medan

Browse By

Antusiasme menyaksikan penampilan MoccaXPayung Teduh sudah terjadi sejak publikasi dimulai pada awal bulan Mei lalu. Tidak mengejutkan jika pada Minggu (21/05/2017) malam seluruh sisi lapangan benteng penuh dengan kerumunan yang didominasi oleh kaum muda.

Meski ini menjadi pertemuan kelima Payung Teduh dengan warga medan, namun teriakan memanggil sang bintang tetap sekeras saat Payung Teduh menggelar konser di Medan. Beruntungnya, dua host lokal saat itu mampu mengalihkan perhatian penonton yang sedari awal menuntut konser agar segera dimulai lewat permainan tebak lagu.

Malam semakin larut, begitu pun gemuruh suara penonton semakin terngiang di langit Lapangan Benteng Medan saat jam menunjukkan pukul 21.30 WIB. Sebelum dimulai, keheningan tercipta saat beberapa video Urban Gigs Medan diputar. Setelah lima menit, tepuk tangan membahana terngiang saat seluruh personil band Mocca dan Payung Teduh mengisi ruang kosong di panggung.

Mood penonton langsung terbangun saat Mocca dan Payung Teduh melagukan Secret Admirer di hadapan 350 penonton malam itu. Setelahnya, Payung Teduh kembali ke belakang panggung dan mempersilahkan band indie asal Bandung itu untuk mencuri perhatian penonton terlebih dahulu. Beberapa lagu, seperti Happy, You, My Only One, dan Do What You Wanna Do pun terlantun dari suara khas Arina yang didampingi personil lain.

Arina, sang vokalis, tak henti melempar senyum dan kecupan kiss bye serta lambaian tangan kepada seluruh penonton. Hal ini mengundang perhatian penonton yang hendak mengabadikan momen tersebut dalam ponsel mereka. setelah puas menghibur seluruh penikmat musik yang datang dari seluruh penjuru Kota Medan, akhirnya Payung Teduh mendapat giliran.

Mengalunlah Menuju Senja dari grup band yang terbentuk pada akhir 2007 itu. Penampilan mereka disambut decak kagum penonton yang diapresiasi lewat ramainya ponsel canggih penonton terngkat untuk mengabadikan momen malam itu. Mohammad Istiqomah, sang vokalis, juga menyapa seluruh penontong sebelum melanjutkan ke lagu berikutnya.

“Medan apa kabar? Saya melihat Medan masih sama, masih damai, masih aman, masih hangat, dan masih panas ya. Siapa yang mau kasih saya durian malam ini?” tanyanya yang disambut riuh tawa penonton.

Setelahnya, tepukan tangan datang dari penonton terdengar semakin keras saat Payung Teduh melantunkan Resah malam itu. Istiqomah, sang vokalis yang tampil dengan kaus putih, jaket hitam, dan celana hitam panjangnya tampak tersenyum melihat antusias para penonton terhadap lagu yang ia bawa. Istiqomah kemudian melanjutkan dengan lagu Rahasia, Di Ujung Malam, Rahasia, dan Biarkan

Malam kemudian dilanjutkan dengan aksi kolaborasi yang apik dari Mocca dan Payung Teduh kembali. Satu lagu andalan yang memang sudah ditagih sedari awal oleh para penonton, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, mengundang gemuruh teriakan penonton. Lagu tersebut pun menjadi penutup aksi kolaborasi Mocca dan Payung Teduh sekaligus mengakhiri rangkaian konser Urban Gigs malam itu.

Sekalipun berlabel band indie, Mocca dan Payung Teduh tak hanya mampu mencetak hits dengan lagu khas mereka, tapi juga telah memaku penggemarnya, meninggalkan kesan mendalam yang tak terlupakan. (Elsa)