Menyelami Keindahan Air Terjun Bukit Gibeon

Browse By

Penulis: Parada Muqtadir Siregar | Fotografer: Andru Kosti

Menjelajah dari satu tempat ke tempat yang lain, sudah lama hal semacam ini dilakoni, karena bisa menemukan keindahan yang belum banyak pasang mata melihatnya adalah sebuah kenikmatan tersendiri yang didapat.

Ah, sekilas mengingatkan akan pesan nenek moyang terdahulu, “Semakin jauh kaki mu melangkah, maka semakin banyak pula pengetahuan yang didapat”.

Semenjak beragam orang mulai latah menggunakan sosial media, jamak orang telah buta akan cara menikmati alam, datang ke suatu tempat lalu berpose ala model, lalu cekrek-cekrek kemudian upload foto di sosial media, dalam sekejap penghuni dunia maya pun riuh sembari bertanya ‘ini dimana?’.

Yah, begitulah kiranya gambaran sederhana kehidupan para traveler dadakan, yang hanya berfokus untuk memamerkan foto terbaiknya. Meskipun begitu tetap saja kita memberi tanda jempol pada fotonya.

Beberapa waktu lalu, bersamaan dengan acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016, KOVER Magazine pun sekali lagi diberi kesempatan untuk menikmati keindahan Danau Toba, harus diakui, kali ini danau hasil letusan vulkanik terbesar di dunia itu pun tampak berbeda, lebih indah dan lebih bersih. Tentu saja ia akan memoles diri, sebab orang nomor satu di negeri ini menyambanginya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sejenak tertekun, sebuah pertanyaan kecil pun bergumam di dalam hati, apakah disekitaran Parapat ini hanya melulu Danau Toba? Hasil penelusuran Google. Dapat lah pilihan wisata alternatif, yakni Air Terjun Bukit Gibeon. Tanpa panjang ba-bi-bu kami pun lekas menuju ke sana.

“Tidak jauh dari gapura selamat datang Kabupaten Tobasa, nanti sebelah kanan jalan (Kalau jalan dari Medan) ada gapura warna ungu, nah masuk jalan itu, dan ikuti sampai ke ujung, baru lah sampai ke air terjun Gibeon,” ujar warga yang hendak memberi jalan sembari memegang sarung kotak-kotaknya.

Bukit Gibeon dengan wisata alamnya yang indah dan mempesona, merupakan objek wisata kepunyaan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Surgaloka satu ini terletak di Desa Parsaoan Sibisa, Kecamatan Ajibata dibangun oleh pengusaha putra daerah Tobasa, DL Sitorus.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Usut punya usut, Bukit Gibeon dirancang ditengah-tengah panorama indahnya alam pedesaan Parsaoran Sibisa yang masih terjaga dari polusi udara dan berada di antara hamparan pebukitan Gibeon. Lokasinya yang harus menjauh dari jalan lintas sejauh 2 kilometer, dan rimbunan pepohonan yang menyelimutinya, memang tak heran jika tempat ini kita bisa menghirup udara segar sepuas-puasnya, lantas segera matikan AC mobil, karena udara sehat semacam ini tak akan Anda dapati di Medan.

Boleh dibilang lumayan jauh jalan yang ditempuh seusai melewati gapura ungu tadi, tapi panorama lekukan bukit yang indah, nyanyian burung yang melintas membuat perjalanan pun tak terasa begitu jauh, seraya kita dihanyutkan dengan keindahan alamnya.

Oh iya, bagi Anda yang masih ragu-ragu karena takut kesasar, jangan khawatir karena penunjuk jalan sudah berdiri rapi di setiap sudut persimpangan, jadi jang risau akan kesasar, toh, kesasar untuk melihat sesuatu yang indah bukan hal yang menjemuhkan.

Sesampainya di air terjun, kami pun disambut akan ketakjuban alam semesta, kolam renang bermuara dari mata air Gibeon yang mengalir ke lembah Bukit Gibeon dan dirancang menjadi dua kolam renang sudah terpampang di depan mata. Tinggi air terjun memang hanya seukuran tiga orang dewasa jika disusun ke atas, namun debit aliran airnya yang membuat raga ini tak tertahan melawan hasrat untuk lekas berbasah-basahan menikmati sensasi dinginya. sekitar 2.000 liter per detik air segar ini terus menerus mengisi bak kolam, sehingga air kolam renang Bukit Gibeon melimpah tidak tertahan di dalam kolam, dan terus mengalir.

“Kola mini hanya tahap awal, ini sedang dilakukan pembangunan untuk penambahan kolam serta waterboom untuk anak-anak,” ungkap salah seorang pekerja sembari menunjuk area pembangunan.

Wisata Rohani Bukit Gibeon

Ke depannya, bukan tak mungkin kolam renang ini akan menjadi primadona wisata bagi Tobasa, sebab, selain keindahan alam yang dimilikinya, di sana pun ada daya tarik lainnya, objek wisata rohani penginjilan Bukit Gibeon yang menyimpan sejarah Alkitab dan perkakas ibadah zaman Perjanjian Lama. Selanjutnya hamparan lahan yang tertata rapi sepanjang perjalanan menuju objek wisata Bukit Gibeon.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Oh iya, bila melakukan perjalanan pada hari Minggu, jangan terkejut bila melihat antrian panjang, sebab jalan simpang Bukit Gibeon atau gapura pintu masuk dari ruas Jalan Siantar Toba dan Aek Natolu akan mengalami kemacetan karena pasar tradisional setiap hari Minggu, jadi sepanjang akses utama menuju Bukit Gibeon agak sedikit terganggu.

Objek wisata Gibeon dibuka mulai beroperasi dari pukul 08.00 sampai 20.00 Wib. Nah, karena cakap macam ini telah dikelolah dengan baik, maka sudah sewajarnya ada retribusi yang harus kita keluarkan, tapi jangan keburu bermuram durja dulu, karena Anda hanya akan dikutip uang sebesar Rp 10.000 saja lalu sudah bisa mencicipi sejumput kesenangan di sana, dimana lagi Anda bisa bermain di kolam dengan air segar dari alam, tanpa ada sentuhan kaporit sedikit pun.

Related Post