Mensosialisasikan Musik Jazz di Kota Medan

Browse By

Penulis: Tania Meliala | Foto: Dok.Pribadi

Kehadiran musisi dan band jazz di Medan semakin mewarnai khasana musik di kota ini. Candles and The Moonlight merupakan salah satu band asal Kota Medan yang ingin semakin melestarikan musik jazz di Kota Medan. Terbentuk sejak tahun 2012 lalu, Candles and The Moonlight digawangi oleh Veby (vokal), Albert (gitar), Andre (gitar) dan Andri (bass).

CANDLESNTM_060915_022

“Semula band kita namanya Oratio yang beranggotakan saya, Veby, Albert dan Christian. Namun setelah kita berganti personil dengan masuknya Andri sebagai bass menggantikan Christian kita berubah nama menjadi Candles and The Moonlight,” ungkap Albert gitaris Candles and The Moonlight.

Festival band SAHIVA merupakan kali pertama kemunculan band Oratio. “Pada saat kita mengikuti SAHIVA kita masih menggunakan nama Oratio. Dan Andri udah bergabung dengan kita. Waktu itu kita bangga karena bisa mendapat juara 1. Selain menerima uang kami mendapat kesempatan untuk tampil on air selama 4 kali di KISS FM,” ujar Albert.

Tampil on air di salah satu radio Medan ternyata memacu band ini untuk menghasilkan karya sendiri. “Tampil on air rasanya nggak enak kalau hanya bawain lagu orang lain, jadinya kita berusaha untuk menghasilkan lagu sendiri,” ungkap Albert. Di kesempatan on air ketiga, Albert dan teman-teman sepakat mengganti nama Oratio menjadi Candles and The Moonlight.

Nama Candles and The Moonlight ternyata memiliki makna filosofis yakni membawa terang bagi industri music khususnya di Kota Medan. “Kami berharap karya-karya kami bisa bersinar dan bisa ikut ambil bagian memajukan music Kota Medan,” ungkap Andre. Selain makna filosofis ternyata di balik nama Candles and The Moonlight tersimpan juga makna konyol. “Kta sering latihan sampai malam, nah kebetulan dulu kalau malam sering mati lampu. Jadinya cuma lilin dan cahaya bulan yang menemani kami. Dari situ muncullah nama Candles and The Moonlight,” jelas Andre menambahkan.

Candles and The Moonlight mengusung tema jazz dalam karya mereka. Masih sedikitnya penikmat musik jazz di Kota Medan pada saat itu tidak menghalangi keinginan mereka untuk berkarya. Band ini masih terus mensosialisasikan aliran music jazz kepada masyarakat Medan. “Dulu sekitar tahun 2010an music jazz sepi peminatnya. Orang menganggap jazz itu membosankan. Musik yang laku dulu cuma underground dan rock. Pop masih jarang apalagi jazz. Nah kami melihat music jazz masih punya peluang besar untuk digarap,” ujar Albert.

IMG_0180

Untuk memperkenalkan musik jazz di kalangan masyarakat Medan tentu tak lepas dari hambatan dan tantangan. Band ini dulu pernah turut mengisi suatu event yang dihadiri oleh ratusan penikmat musik rock. Semuanya mengenakan baju berwarna hitam. “Semuanya pake baju hitam, nah Candles malah pake baju warna-warni. Kita sempat grogi banget. Cuma saat kita tampil semua yang datang juga menikmati lagu kita. Nggak seperti apa yang kami takutkan,” ungkap Albert sembari tersenyum.

Banyak musisi yang menjadi influence Candles & the Moonlight, band dalam negeri seperti Mocca, Endah N Rhesa, dan White Shoes and the Couple Company. Sedangkan musisi luar negeri seperti Jane Monheit, Frank Sinatra, John Meyer dan lain-lain. Selain digawangi oleh Veby, Albert, Andri dan Andre, saat ini Candles and The Moonlight juga dilengkapi bebrapa personil lainnya yakni Hendra (Saxophone), Praise (Keyboard), dan Wildan (Drum).

September 2012, Candles and The Moonlight mengeluarkan single pertama berjudul Snow White yang diciptakan oleh Albert dan Andri. Hingga saat ini Candles in the Moonlight telah mengeluarkan empat single yakni Snow White, Hari Ini, Rhythm of Freedom dan Lelah.

Akhir-akhir ini Candles and The Moonlight memang tengah mengurangi jadwal manggung mereka. Hal ini dikarenakan jadwal kesibukan masing-masing personil. Tak ayal banyak fans yang menanyakan apakah band ini sudah bubar atau tidak. “Kita tidak bubar, namun saat ini kita masing-masing punya kesibukan pribadi. Jadi sudah jarang manggung. Kita hanya mengambil job di weekend agar tidak mengganggu kesibukan masing-masing,” jelas Albert.

Menurut Albert saat ini Candles and The Moonlight tengah menyiapkan materi lagu untuk merampungkan extended play (EP) Candles and The Moonlight. EP ini nantinya akan berisi lima atau enam lagu. “Candles tidak bubar hanya saja kami sedang mempersiapkan karya besarnya Candles and The Moonlight. Semoga masyarakat bisa bersabar dan tunggu kejutan dari kami,” ungkap Albert dengan mantap menutup obrolan malam hari itu.

Related Post