Melirik Kuliner Bebek di Kota Medan

Browse By

Penulis : Sepfiany Ginting : Foto : Dana Anjani dan David Siahaan

Bebek bila diolah dengan menggunakan bumbu dan cara yang tepat, maka akan menjadi makanan yang amat menyelerakan. Namun, salah sedikit saja, bisa menyisakan amis yang bikin Anda pun jadi benar-benar enggan menyantapnya.

Umumnya untuk mengolah unggas ini biar menjadi makanan lezat, perlu waktu yang lumayan lama, paling tidak dua jam. Belum lagi, jenis bumbu yang dipilih pun harus benar-benar tepat untuk menghilangkan aroma  bebek yang tak sedap.

Apakah Anda penggemar olahan bebek? Restoran yang bisa Anda singgahi jelas semakin bertambah bila ingin menikmati kuliner satu ini, sebab dalam dua bulan belakangan saja, setidaknya ada dua restoran baru yang muncul di Kota Medan dan menyajikan bebek sebagai menu utamanya. Dari beberapa tempat yang ada, manakah yang merupakan favorit Anda?

 

KAFFEINE

Buka      : Senin – Kamis : 08.00 WIB – 22.00 WIB; Jumat – Sabtu: 01.00 WIB – 24.00 WIB; Minggu: 10.00 WIB – 22.00 WIB

Harga    : Rp 30.000 – Rp 92.000

DSC_0150

Sejak berdiri pada Januari tahun lalu, Kaffeine, sebuah kafe yang terletak di Ground Floor, No. 7, Gedung Forum 9, dengan mantap sudah menghadirkan beberapa olahan bebek khas Bali ke dalam daftar menunya. Selain kopi, tentu saja.

Kaffeine’s Crispy Duck masih menjadi juara hingga hari ini di kafe ini. Bebek yang telah melalui proses perebusan dengan aneka rempah selama berjam-jam, kemudian digoreng dengan cara yang pas hingga menciptakan rasa yang tetap empuk pada dagingnya, dan renyak di luarannya. Tak ada bau amis bebek yang tersisa sama sekali. Racikan sambalnya juga benar-benar mantap, terutama pada sambal matahnya. Juara! Ada pula sambal terasi dan sambal bali goreng.

Bebek Panggang Bali juga siap menggetarkan lidah Anda, apalagi bumbu panggangnya juga memang meresap masuk ke dalam daging bebek. Berbeda dengan Crispy Duck, bebek panggang ini diberi sambal ijo yang juga pas bagi Anda pecinta pedas. Serupa dengan sajian bebek khas Bali pada umumnya, pada kedua menu ini juga diberikan urap khas Bali.

Satu lagi yang jangan sampai ketinggalan untuk Anda cicip bila tengah menikmati olahan bebek ialah sate lilit. Balinese Satay Lilit ala Kaffeine yang dibuat dari ikan dori pun dan diracik dengan bermacam-macam rempah akan bikin Anda ketagihan. Terakhir, Ice Lychee rasanya cocok untuk mendampingi makan Anda.

 

 

SAJIAN BHINNEKA

Buka      : Minggu – Jumat : 11.30 WIB – 22.00 WIB

                   Sabtu : 11.30 WIB – 23.00 WIB

Harga    : Rp 48.800 – Rp 85.800

IMG_9974

Restoran yang terletak di Jalan Babura Lama No. 4 ini rupanya juga menyajikan olahan bebek sebagai variasi menu makanan nusantara yang ia usung, seperti Bebek Goreng Bali, Nasi Goreng Bebek, dan Nasi Campur Bebek.

Bebek Goreng Bali sudah dihadirkan di sini sejak tiga tahun lalu. Serupa namanya, maka yang disajikan ialah bebek yang digoreng crispy dan empuk pada dagingnya, kemudian ditambahkan urap (kangkung, taoge, dan kacang panjang), lalapan, dan tiga jenis sambal, yakni sambal matah, sambal terasi, dan sambal embe sebagai pendampingnya.

Nasi Goreng Bebek di sini pun terasa lezat, apalagi jika Anda suka dengan sentuhan kencong. Pada nasi goreng ini, kencong diiris tipis-tipis sehingga aromanya juga lebih wangi, dan makin lengkap dengan potongan daging bebek dan emping yang ditaruh bersamanya.

Beda lagi dengan Nasi Campur Bebek. Menu satu ini nampak lebih ramai dibanding yang kedua tadi. Selain bebek goreng tentu saja, nasi disajikan bersama kacang, jagung rebus dengan bumbu bakar, urap, lalapan, dan telur dadar. Tak kelupaan pula tiga jenis sambal yang jadi kawan Bebek Goreng Bali tadi.

 

BEBEK TEPI SAWAH

Harga    : Rp 32.000 – Rp 92.500

DSC_1124

Sukses dengan belasan cabang di beberapa kota, seperti di Bali, Jakarta, Yogyakarta, bahkan Singapura, kini Restoran Bebek Tepi Sawah Ubud Bali hadir di Kota Medan, tentu dengan mengusung konsep serupa. Restoran ini berlokasi di Ground Floor 9-10, Hermes Place Polonia, Jalan W. Mongonsidi No. 45 Medan dan resmi dibuka pada Rabu, 16 Desember 2015.

Tepi Sawah Crispy Duck dan Grilled Duck merupakan dua menu yang menjadi signature dish Bebek Tepi Sawah. Tepi Sawah Crispy benar-benar digoreng garing, setelah sebelumnya direbus dengan rempah sekitar tiga jam lamanya. Tepi Sawah Crispy ini lalu disajikan bersama nasi bersama urap kacang panjang khas Bali.

Bila gemar manis, Tepi Sawah Grilled Duck cocok di lidah Anda. Bebek dibaluri kecap dan dipanggang lalu disajikan bersama urap khas Bali, agak berbeda sedikit dengan yang ditaruh di Tepi Sawah Crispy, di sajian satu ini, selain kacang panjang, juga diberi taoge.

Tak lupa pada kedua menu ini diberikan tiga macam sambal, yakni sambal matah, sambal kering, dan sambal belacan. Paling favorit ialah sambal matah, namun jika Anda gila pedas, sambal kering jauh lebih menggetarkan lidah.

Silakan tambahkan sate lilit sebagai pendamping makanan Anda dan tutup makan Anda dengan ragam mocktail segar racikan khas sini, seperti Legian, Virgin Mojito, Sutaran Punch, dan Kintamani Fusion.

 

THE TRADERS

Buka      : 11.00 WIB – 24.00 WIB

Harga    : Rp 58.000 – Rp 99.000

DSC_0093

Restoran yang terletak di Jalan Kapten Pattimura No. 423, selain memiliki sederetan western food, juga menyediakan sebuah hidangan dari bebek, yakni Bebek Bengal.

Bebek yang disajikan merupakan jenis bebek daging sehingga memang benar, dagingnya lebih tebal. Setelah direbus, barulah bebek digoreng dan tekstur daging yang dihasilkan pun empuk, tidak alot sama sekali.

Memang bukan mengusung gaya Bali, maka The Traders menyajikan Bebek Bengal ini dengan terong goreng beserta lalapan dan nasi, juga dengan dua jenis sambal, yaitu sambal terasi dan sambal iblis. Menurut chef yang menangani masakan ini, sambal iblis ini bisa bikin mangap si pencicipnya, saking pedas betul. Dan benar saja, rasa pedasnya memang amat terasa karena seutuhnya dibuat dari cabai rawit merah.

Untuk menetralisir rasa pedas, Anda perlu meneguk yang segar, seperti Smiles Mocktail yang sudah 14 tahun menjadi idola di The Traders. Kombinasi nenas, jeruk, dan lime-nya kentara, maka terasa segar.

 

BEBEK UBUD

Harga    : Rp 35.000 – Rp 82.000

DSC_0007

Mampir ke Bebek Ubud yang terletak di Jalan Pattimura No. 421, Anda akan dimanjakan dengan interior bergaya khas Bali. Sudah bisa ditebak, menu yang ditawarkan pun tentu saja tak jauh berbeda dengan cita rasa kuliner Pulau Dewata. Restoran ini pun masih benar-benar baru, sebab baru beroperasi sejak pertengahan Januari lalu.

Bebek Ubud Crispy merupakan yang paling direkomendasikan di sini. Bebek dilengkapi nasi, urap khas Bali, tiga macam sambal, yakni sambal merah, sambal matah, dan sambal terasi, juga diberi semangka yang bisa jadi pencuci mulut di akhir makan.

Bebek Sambal Ijo pun layak Anda coba. Proses pengolahan bebeknya tak beda dengan Bebek Crispy, hingga teksturnya pun memang renyah dan tetap lembut pada dagingya. Hanya saja, yang satu ini dibaluri dengan sambal ijo.

Beda tempat, beda pula rasa yang ditawarkan. Nah, di sini Anda bisa mencoba sate lilit yang dibuat dari ikan kakap dan ayam. Tentu saja sebagai pelengkap menu bebek santapan Anda.

Related Post