Lyodra Margaretha Ginting, World Champion Sanremo International Festival

Browse By

Teks: Resta M.Napitupulu | Foto: Parada Al Muqtadir

Biasanya, masa kanak-kanak adalah masa yang seru untuk dihabiskan dengan bermain. Kondisi itu justru bertolak belakang dengan perempuan cilik satu ini. Lyodra Margaretha Ginting atau akrab disapa Lyo, yang juga pemenang Kover Voice tahun 2014 ini, berhasil mengukir prestasi sebagai World Champion Sanremo International Festival di Italia saat usianya 13 tahun.

Festival Sanremo merupakan sebuah festival musik terbesar yang diadakan di kota Sanremo di Italia bagian barat laut dan diikuti oleh 24 peserta dari 18 negara.

“Audisi aja gila-gilaan, ada semifinal dan final juga kan, sekitar dua ribu lebih peserta dari negara Italia yang ikut audisi, tapi karena jauh aku cuma kirim sample rekaman suara”, cerita remaja berusia 13 tahun ini. Sempat dilarang berangkat ke Italia karena tak bisa didampingi orang tua, Lyo akhirnya dipercaya menjadi satu-satunya anak mewakili Indonesia kategori AAA (13-15 tahun). Selama persiapan latihan festival Sanremo ia harus rela bolak-balik Jakarta-Medan dua kali seminggu karena  harus tetap mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah.        

Siswa kelas dua SMP Santo Ignasius ini tampil membawakan lagu berjudul “Dear Dream” karangan Erwin & Gita Gutawa. meski sempat nervous dan hampir lupa lirik menjelang naik panggung. “Puji Tuhan selama bernyanyi semua lancar-lancar aja”, tuturnya mengenang peristiwa itu.

Ditanya soal latar belakang keluarga yang punya bakat sama, Lyodra mengakui tidak memiliki keluarga yang berpengalaman di dunia nyanyi. Beruntung orangtuanya peka melihat bakatnya. “Masih anak-anak sering nyanyi, lumayan lah, ga falls”, cerita ayah Lyo.

Kelas empat SD ia mulai diarahkan untuk ikut les dan mulai sering mengikuti lomba salah satunya kontes Kirana. Disana ia bertemu dengan seorang vocal coach yang menangkap potensi dirinya. Usai kontes bernyanyi Indonesia Mencari Bakat (IMB), ia ditawari ikut audisi Diatas Rata-Rata (DAAR) yang merupakan projek Erwin Gutawa dan Gita Gutawa. Itulah mulanya remaja yang gemar foto ini bertemu dengan musisi bertangan dingin Erwin Gutawa dan putrinya Gita Gutawa.

Nama Lyodra sendiri berasal dari kata Lyora yang artinya terang. Ia memiliki keunikan suara yang jarang dimiliki orang lain. Teknik yang dikenal dengan sebutan “whistle” dalam bernyanyi menjadi kekuatan vokalnya. Whistle adalah nada suara tertinggi yang terdengar menyerupai suara peluit. Bagi seorang Lyodra, “Musik itu asyik, kita ngga harus teriak-teriak, santai aja yang penting asyik. Musik ngga paksa kamu harus gini atau gitu, mengalir aja dan jadi diri sendiri”.