Lima Tips Merawat Rantai Motor

Browse By

Teks: Lazuardi Pratama | Foto: Spesial

Dalam kondisi sekarang, motor memang dijadikan alat transportasi utama kaum pekerja di kota-kota besar karena mobilitas dan kemudahannya. Namun, mungkin karena memang sibuk atau selalu terburu-buru sehingga lupa atau tak sempat merawatnya, termasuk rantai motor.

Rantai motor adalah salah satu bagian vital motor yang jarang diperhatikan oleh pemilik motor, terutama yang jarang merawatnya. Apalagi sifatnya yang berminyak dan kotor. Namun menjaga kondisi rantai motor adalah kewajiban untuk setiap pemilik motor.

Apalagi saat musim hujan sekarang. Tetesan hujan yang turun dan jalanan yang becek menjadi faktor utama cepatnya rantai motor kotor dan cepat berkarat. Belum lagi jika jarang dibersihkan, rantai akan kotor oleh lumpur, kemudian kering lagi, lalu basah lagi dan akhirnya akan menjadi kendur.

Kendurnya rantai motor akan menyebabkan motor menjadi berisik dan tak nyaman dipakai. Risikonya, rantai motor bisa putus dan rusak. Repot sekali kalau saat hendak buru-buru, rantai motor rusak. Apesnya lagi, jauh dari bengkel. Duh!

Nah, berikut ini ada lima tips untuk merawat motor agar tidak mudah rusak dan bikin repot.

  1. Cek secara berkala

Motor adalah benda mekanik yang tidak bisa sekonyong-konyong bersih seketika tanpa kita bersihkan, terutama rantai motor. Hujan memang sering menjadi momok bagi motor karena air dan lumpur yang diakibatkannya.

Maka dari itu, pengecekan yang rutin dan berkala adalah kewajiban bila ingin rantai motor sehat sentosa. Kesehatan rantai motor berbanding lurus dengan kenyamanan berkendara. Sebab, bila rantai kendur, suaranya akan berisik.

Saat sedang melakukan pengecekan, kendur atau kencangkan rantai hingga posisi idealnya, yakni tidak terlalu kencang dan tidak terlalu kendur. Atur juga pengunci pin sambungan pada rantai dan bersihkan kotoran-kotoran yang menempel.

Kalau motor Anda sering melewati jalanan yang berlubang dan sering melaju kencang, posisi pin akan berubah. Hal ini karena beban rantai yang bertambah untuk menarik roda. Idealnya, cek kondisi rantai tiap seribu kilometer sekali.

  1. Bersihkan kotoran

Rantai motor adalah komponen motor yang mudah kotor karena letaknya dekat dengan tanah dan roda. Debu dan benda-benda asing yang menempel seringkali tak dapat dihindari. Oleh karena itu, jangan lupa sempatkan waktu untuk bersihkan rantai walaupun Anda sibuk dan sering buru-buru.

Bersihkan rantai motor Anda dengan sikat kecil, umumnya sikat gigi yang tak terpakai lagi. Namun, pastikan kebersihannya dahulu. Untuk membersihkan rantai, boleh mengoleskannya dengan bensin atau minyak tanah. Setelah bersih, rantai wajib dioleskan pelumas atau chain cleaner tertentu yang bisa didapatkan di bengkel.

Jika Anda memutuskan memakai pelumas, carilah pelumas yang baru. Pelumas bekas biasanya mengandung sisa keausan mesin motor yang kotor dan justru dapat menggerus rantai.

  1. Potong rantai satu kali

Tips satu ini dilakukan agar rantai motor awet. Pemotongan ini dilakukan agar dapat menghindari kendurnya rantai. Memang tidak semua orang dapat melakukan hal ini. Utamanya, bawa motor Anda ke bengkel dan serahkan kepada ahlinya. Namun, apabila rantai sudah pernah dipotong sekali, jangan potong untuk kedua kalinya.

  1. Gunakan gir dan rantai asli

Penggunaan gir dan rantai palsu sangat berisiko pada kerusakan. Apalagi jika berasal dari merk yang tidak terpercaya. Kerusakan yang terjadi kadang terjadi saat Anda sedang mengendarai motor sehingga membahayakan penumpang. Untuk meminimalisir kecelakaan, maka gunakanlah gir dan rantai orisinal dari pabrikan motor Anda.

  1. Perhalus perpindahan transmisi saat akselerasi

Cara berkendara memang berbeda-beda tiap individu. Tapi terlepas dari itu, Anda harus mulai memperhalus perpindahan transmisi (bahasanya ganti gigi) saat akselerasi agar bisa mengurangi hentakan yang terjadi pada rantai dan gear. Semakin halus perpindahan, semakin ringan tekanan yang diterima gir dan rantai. Intinya, lembut-lembutlah berkendara.