Klx D-Tracker Medan, Aspal dan Lumpur Berserikat

Browse By

“Aspal, lumpur, tak ada jalan, kami tetap berjalan.”

Teks: Lazuardi Pratama | Foto: Dok Komunitas

Ungkapan di atas adalah moto khas komunitas yang berdiri sejak 2014 ini. Komunitas ini melingkupi pengendara motor yang hobi touring, menerabas hutan, bahkan lokasi yang tidak ada jalannya sekalipun. Motor yang digunakan pun khusus, yaitu Kawasaki tipe Klx dan D-Tracker yang masing-masing memang umum digunakan untuk kedua aktivitas berkendara itu. Dua tipe sepeda motor ini pula yang kemudian dijadikan nama komunitas.

Pada awalnya, komunitas ini memang didirikan untuk mengakomodasi tidak hanya satu habitat bermotor saja. Ketua komunitas Raffly Budiawan mengungkapkan sudah banyak komunitas motor baik on-road maupun off-road di Medan. Namun keterbukaan komunitas ini terhadap pengendara yang gemar keduanya membuatnya berbeda.

“Kadang kan bosan juga kita kalau mainnya di jalur lumpur terus, pengen sekali-kali touring di aspal. Kadang ada yang sebaliknya juga. Itulah kenapa kita ada; jadi semua orang bisa ikut bareng-bareng,” ujar Raffly yang menjabat sebagai ketua sejak tahun lalu.

Klx adalah tipe motor yang biasa digunakan di atas tanah. Karakternya ditandai dengan ban pacul dengan kotak-kotak besar. Tangkinya juga lebih besar untuk menempuh jarak jauh. Sementara D-Tracker biasa digunakan untuk berkendara off-road. Sebaliknya dari Klx, D-Tracker memiliki ban yang halus agar nyaman dipakai di aspal. Namun keduanya dapat dimodifikasi dengan hanya mengganti beberapa onderdil seperti ban dan kakinya.

Komunitas ini rutin tiap minggu menyelenggarakan kegiatan. Seperti yang dituturkan Raffly, Klx D-Tracker Medan biasanya menggelar touring, off-road, grasstrack, pameran motor, dan acara khusus seperti perayaan ulang tahun dan bakti sosial. “Tergantung mood anggota juga pengen yang mana,” katanya. “Biasanya kami touring ke Langkat, paling jauh ke Parapat. Kalau off-road atau terabas, di Pancur Batu atau Kampung Bali.”

Untuk perlombaan tertentu, komunitas ini juga sering mengirimkan rider-rider mereka untuk ikut berkompetisi. Biasanya perlombaan yang diikuti ialah off-road dan grasstrack. Komunitas juga menutup biaya pendaftaran untuk perwakilan-perwakilannya.

Selain itu, anggota komunitas ini juga rutin berkumpul, biasanya Jumat malam. Perkumpulan ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas rencana-rencana kegiatan yang akan dilakukan.Saking dekatnya anggota Klx D-Tracker Medan satu sama lainnya, mereka biasa membahas hal-hal yang berhubungan dengan motor, seperti onderdil dan membuka forum jual-beli antar anggota.

Sejak tahun 2014, komunitas ini berkembang pesat. Banyak komunitas-komunitas sejenis dari banyak daerah di Indonesiayang memutuskan untuk bergabung dan menjadi cabang. Beberapa di antaranya berada di Tanggerang, Semarang dan Lombok. Untuk Medan sendiri, ada total 90-an anggota tetap melalui proses inisiasi.

Proses inisiasi untuk menjadi anggota Klx D-Tracker Medan mudah saja, menurut Raffly. Pertama-tama, calon anggota baru bisa datang dalam pertemuan setiap Jumat malam setiap minggunya untuk memperkenalkan diri. Setelahnya, ia harus mengikuti minimal tiga kali kegiatan khas komunitas ini. “Mereka bisa pilih mau touring atau terabas, yang penting minimal tiga kali. Baru setelahnya mereka dikasih nomor id sebagai tanda jadi anggota,” tandas Raffly yang bernomor id 006 ini.

Raffly juga mengatakan tak ada peraturan khusus untuk dan selama menjadi anggota. “Yang penting pakai helm. Safety first!” tegasnya.

Untuk yang ingin kenal lebih dekat dengan komunitas ini, silakan berkunjung ke Instagram mereka di @klxdtrackermedan atau halaman Facebook di Kawasaki Klx D-Tracker Medan.