Kenali penyakit yang disebabkan tikus

Browse By

Tak hanya merusak barang-barang di rumah ataupun merusak tanaman di ladang, keberadaan tikus juga harus diwaspadai karena banyaknya bakteri dan virus yang ia bawa.

Tikus adalah hewan pengerat yang bisa dijumpai di mana saja. Mulai dari sudut gelap dan lembab di rumah hingga got di pinggir jalan. Kondisi habitatnya yang kotor inilah yang menyebabkan tikus hidup dengan banyak bakteri dan virus, kemudian menyebarkannya.

Beberapa cara penyebaran penyakit melalui tikus yang dapat terjadi kepada manusia yakni, melalui kotoran ataupun urin, gigitan, kutu pada badan hingga darahnya. Human society of the United States bahkan telah mencatat tikus sebagai hewan pembawa penyakit yang perlu diwaspadai.

Berikut penyakit yang ditularkan tikus;

  1. Leptospirosis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Leptospira yang berkembang cepat di dalam air. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh hewan, salah satunya tikus dan bertahan di dalam ginjalnya.

Penularannya terjadi melalui urin yang dikeluarkan, kemudian masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit ataupun selaput lendir. Jika bakteri ini terus dibiarkan berkembang, maka si penderita akan mengalami flu ringan hingga berat selama 4-7 hari yang ditandai dengan gejala seperti sakit tenggorokan, nyeri di dada hingga muntah darah. Gejala ini mulai dirasakan setelah 2-7 hari bakteri menyerang tubuh.

  1. Salmonellosis

Umumnya penyakit ini ditularkan melalui kotoran dan urin tikus yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, kram perut dan demam. Biasanya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dengan bantuan anti body. Masa sembuhnya tergantung kekuatan recovery tubuh seseorang. Namun jika bakteri telah menginfeksi hingga aliran darah, perlu ditangani medis untuk menghindari penyakit serius.

  1. Rat Bite Fever

Merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami manusia jika berkontak langsung dengan binatang berbulu ini. Seperti namanya, penyakit ini ditularkan melalui gigitan tikus pada kulit manusia. Goresan luka akibat gigi tikus dapat langsung terkena bakteri yang dibawanya.

Biasanya luka yang ditinggalkan akan membengkak dan penderita akan mengalami demam, nyeri sendi dan otot, ruam dan muntah akibat infeksi streotobacillary. Selain itu, infeksi tersebut juga bisa menjangkit kelenjar getah bening. Gejala ini adalah jenis infeksi spirillary.

  1. Plague

Penularan penyakit jenis ini melalui kutu yang hidup di badan tikus. Bakteri pada darah tikus, menyebar ke kutu dan ditularkan kepada manusia. Infeksi ini terbilang tidak berbahaya karena dapat sembuh dengan bantuan antibiotic dan anti body yang kuat. Gejala yang ditimbulkan seperti demam, menggigil, lemah hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

 

Meskipun sebagian besar penyakit yang ditularkan binatang ini tidak begitu berbahaya, namun intensitas terjangkitnya akan mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang. Penularan virus yang tidak dicegah akan menyebabkan infeksi hingga pembuluh darah. Hal ini dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti gangguan pernapasan, gagal ginjal hingga gangguan pada selaput otak.

Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi lokasi penyebaran tikus. Selain itu, tetap menjalankan pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai bakteri penyebab penyakit. Serta kondisi manusia yang digigit harus terus dipantau untuk melihat perkembangan bakteri yang masuk dalam tubuh manusia. (Mutia/ foto: Spesial)