Indovines Medan, Gudang Kreativitas Dalam Enam Detik

Browse By

Penulis: Dana A. Anjani | Foto: Dok. Indovines Medan

Kreatifitas menjadi salah satu hal yang layak dimiliki anak muda di era digital seperti sekarang. Berbagai macam gadget pun diluncurkan seolah menjadi kebutuhan mutlak bagi masyarakat. Beragam aplikasi pun dihadirkan untuk menjadi wahana kreasi yang tak ada habisnya. Vines salah satunya.

Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk membuat berbagai jenis video dengan durasi yang relatif singkat, enam detik. Berbeda dengan aplikasi video lain yang memberikan durasi lebih lama, Vines pun menjadi tantangan tersendiri bagi penggunanya. Sebagai salah satu aplikasi yang cukup diminati, maka tak heran jika bermunculan komunitas yang menggunakan aplikasi ini dari berbagai daerah di Indonesia. Indovines pusat yang lebih dulu didirikan pun mengisyaratkan agar tiap regional membuat komunitasnya sendiri. Sehingga makin banyak pula anak-anak muda yang berada di daerah tetap bisa menyalurkan bakatnya. Salah satunya adalah Indovines Medan.

Komunitas ini dibentuk sejak 15 Oktober 2014. Meskipun terbilang masih baru, namun anggotanya pun cukup banyak, ada 38 anak muda Medan tergabung didalamnya. “Anaknya “gila-gila” dan gokil-gokil, hahaha” tutur Sambiq, Ketua dari komunitas ini saat ditanya keseruan berada di dalam komunitas tersebut. Menurutnya, melalui komunitas ini, anak muda Medan mampu menyalurkan bakat terpendam yang dimiliki lewat media sosial.

“Komunitas ini dibuat supaya temen-temen yang punya hobi video grafis dan humor-humor dalam bentuk video bisa ngumpul disini,” ungkap Dicky, salah satu anggota Indovine Medan. Tidak sekadar bakat membuat video lucu, bakat menyanyi, menari hingga musik pun dapat disalurkan.

Agar video yang dibuat dapat lebih menarik, komunitas ini pun memiliki caranya sendiri. Ada beberapa hal yang mereka tekankan dalam tiap videonya, yakni ide dan kemampuan berakting. Ide yang digunakan pun biasanya didapat dari proses pemikiran tersendiri atau dari kejadian sehari-hari yang dianggap menarik. Terkadang, ide tersebut pun bermunculan dari tontonan sehari-hari di televisi. Ide itu kemudian mereka sajikan ulang dengan tampilan yang lebih menarik dan menghibur. Kemampuan berakting pun dibutuhkan agar tiap adegan di video dapat lebih menarik.

Bagi anak muda Medan yang ingin bergabung sebenarnya bukanlah hal yang susah. Seorang calon anggota harus memiliki akun vines dan berumur sekurangnya 17 tahun. Menurut mereka, faktor umur turut berpengaruh pada ide dan pola pikir yang dimiliki. Selain itu menjadi anggota tim bukan hanya sekadar menjadi bahan eksistensi belaka. Namun juga bisa menambah ide dan masukan untuk kemajuan komunitas Indovine Medan itu sendiri.

Layaknya sebuah komunitas pada umumnya, Indovines Medan pun memiliki beberapa permasalahan dalam perjalanannya. Loyalitas menjadi hal yang paling dituntut dalam hal ini. Tiap anggota pun diberi challenge atau tantangan untuk dapat aktif membuat video-video. Lewat keaktifan inilah seorang anggota dapat dinilai loyalitasnya. Selain itu, meet up menjadi salah satu cara yang mereka lakukan untuk dapat tetap berkomunikasi dan menjaga kedekatan antar anggota.

Mengalami stagnasi pun menjadi hal yang lumrah terjadi. Jadwal para anggota yang nota bene masih pelajar dan mahasiswa pun menjadi salah satu penyebab. Berbagai latar belakang pun menjadi salah satu pemacu berkembangnya komunitas ini. Dari berbagai sekolah dan kampus mereka disatukan lewat sebuat aplikasi. Membentuk sebuah komunitas yang menyerupai keluarga. “Vines yang menyatukan kami, anak muda penuh kreatifitas,” tandas Sambiq. Video-video dari Indovines Medan pun memiliki beberapa ciri khas yang bisa dikatakan cukup nyentrik. Seperti dialek yang khas Medan dengan bahasa yang cenderung lugas dan keras.

Untuk menjaga hubungan dan keeratan antar anggota, Indovines Medan pun kerap melakukan pertemuan yang diadakan di Merdeka Walk, Medan. Tempat ini pun dipilih karena lokasinya yang strategis dan terbilang ramai. “Cara ini saya kira cukup bagus untuk memperkenalkan Indovines Medan,” tegas Sambiq. “Dengan begitu, orang-orang yang melihat kegiatan kami pun akan mulai mengenal sebenarnya bagaimana komunitas ini dan apa saja yang kami lakukan,” tambahnya.

Indovines Medan pun tengah disibukkan dengan beberapa kegiatan, salah satunya adalah membuat film pendek dan mengikuti berbagai acara gathering komunitas atau menjadi pengisi acara-acara berbasis kreatifitas yang dianggap mampu memperkenalkan komunitas ini kepada masyarakat dan komunitas-komunitas lainnya. Supervines menjadi salah satu ajang nasional yang dalam waktu dekat akan mereka ikuti. Ini adalah ajang berkumpulnya Indovines regional dari seluruh Indonesia dan rencananya akan diadakan di Bandung.

Related Post