ILLNIVERSAL: Put Medan on The Map

Browse By

Sekelompok anak muda ini berambisi memperkenalkan urban lifestyle Kota Medan agar dapat dikenal lebih luas. Salah dua caranya: naikkan nilai tawar dan gabung ke komunitas.

Teks: Lazuardi Pratama Foto: Lazuardi Pratama dan Dokumentasi Pribadi

Di suatu malam pada tahun 2015, sekelompok anak muda berkumpul hingga muncul satu ide radikal yang menjadi cikal bakal lahirnya ILLNIVERSAL. Ide tersebut muncul dari Maulana Siregar (dengan nickname Lana Moneyman), Borries Bolqia (Bonenk Bonx), Zaufi Sabar (Jopizo), Muhammad Ikhsan Nasution (Lilmighty), Zahirah Sarish, Muhammad Billy (Billyboy), dan Adam Taufiqh. Lana didapuk menjadi chairman.

Ide awal itu adalah keinginan untuk membentuk sebuah komunitas yang memayungi sejumlah kegiatan urban lifestyle Kota Medan, seperti dance, street ball, rap, skateboard, hingga bboy. ILLNIVERSAL berencana menjadikan komunitasnya sebagai sarana kolaborasi dan saling support antar talent.

ILLNIVERSAL lahir dari kekhawatiran akan nasib urban lifestyle Kota Medan yang seakan-akan mati segan hidup tak mau. Lana mengatakan banyak talent asal Medan yang punya talenta besar justru bermain di luar Kota. Hal itu menurutnya, salah satunya disebabkan banyaknya event organizer yang tidak menghargai talent.

“Di Medan ini masih sering, kalau ada EO yang undang kita, entah bboy atau dancer diupah tak layak,” ujarnya. “Kadang ada yang hanya nasi bungkus.”

Selain itu, iklim urban lifestyle Kota Medan juga masih lesu jika dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Kemudian lagi, menurut Lana, pemerintah kota masih tutup mata terhadap perkembangan urban lifestyle. yang Oleh karena itu, komunitas yang berawal dari usaha urban clothing ini dibentuk untuk menjembatani semua hal itu.

ILLNIVERSAL sejak terbentuk 23 Februari 2016 telah menyelenggarakan berbagai kegiatan sebagai wadah talent Kota Medan dan sebagai cetak biru seperti apa kegiatan yang menghargai talent. Salah satunya menggelar “ILLNIVERSAL Jamming Vol. 1” di Ringroad Citywalk, Desember tahun lalu. Kegiatan ini terdiri dari kompetisi street basket ball, break dance, dan rap.

“Responnya luar biasa. Kami enggak nyangka ternyata banyak datang,” ujar Lana.

Selain itu, anggota komunitas ini juga menggelar latihan street basket ball, bboy, dan lainnya secara reguler tiap minggunya. Menurut Lana, setiap orang yang punya minat dapat ikut bergabung. “Enggak perlu jago, tapi nyari yang mau belajar bersama dan punya passion,” ujarnya.

Borries Bolqia alias Bonenk Bonx, seorang bboy yang juga salah satu anggota ILLNIVERSAL sepakat dengan Lana. Menurutnya, Kota Medan punya banyak talenta-talenta muda yang punya potensi besar. Namun, banyak dari mereka yang memilih jalan instan.

“Sekarang anak muda yang sekalinya bisa nge-DJ langsung puas, padahal DJ dan urban lifestyle lain itu butuh kerja keras,” kata pria yang sudah malang melintang jadi bboy sejak tahun 2003 ini.

Begitu juga dengan Bonenk Bonx, Lana berharap ILLNIVERSAL bisa jadi inspirasi bagi talenta-talenta di seluruh Kota Medan. Ia juga berharap kegiatan urban lifestyle di Kota Medan bisa berkembang dan dikenal lebih luas. “Istilahnya, put Medan on the map,” katanya.

Tahun ini, setelah memperingati ulang tahun mereka yang kedua pada tanggal 23 Februari, ILLNIVERSAL berencana menggelar event ILLNIVERSAL goes to school. “Kami ingin edukasi anak sekolah tentang urban lifestyle agar mereka bisa paham dan tak salah pergaulan; biar enggak ambil dugemnya saja,” tandas Lana.

Untuk yang ingin kenal lebih dekat tentang ILLNIVERSAL dan ikut latihan-latihannya, mereka dapat dihubungi lewat fanpage Facebook dengan nama yang sama atau lewat Instagram dengan akun @ILLNIVERSAL.

Related Post