Huawei Dukung Penetrasi Jaringan di Pelosok Pedesaan Indonesia

Browse By

Era transformasi digital kian menunujukkan eksistensinya. Digitalisasi tidak hanya menyentuh kebutuhan hiburan pribadi tetapi juga perekonomian suatu negara. Tingginya angka pertumbuhan pengguna internet membuat persaingan di bidang teknologi informasi dan komunikasi semakin sengit.  “Karakteristik dari ekonomi digital yang maju adalah semuanya dapat diakses secara mobile, terkoneksi, dan tervirtualisasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk semua masyarakat, baik di daerah perkotaan maupun di wilayah terpencil, untuk dapat memiliki jaringan selular yang dapat diandalkan,” ujar Mohamad Rosidi, Deputy Director of National ICT Strategy & Business Development, Huawei Indonesia.

Berdasarkan data Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia memiliki populasi sebesar 260 juta jiwa dengan 93,4 juta diantaranya merupakan pengguna internet, dan penjualan e-commerce di Indonesia telah mencapai USD 2,6 milyar di tahun 2014. Indikator Global Connectivity Index (GCI) sebagai salah satu barometer teknologi informasi dan komunikasi yang dikembangkan oleh Huawei menyatakan bahwa Indonesia memiliki nilai yang luar biasa pada beberapa dimensi penilaian mendasar, termasuk peraturan pemerintah untuk pengembangan sektor TIK, investasi infrastruktur telekomunikasi yang memadai oleh penyedia layanan telekomunikasi, serta persentase yang tinggi untuk penduduk yang memiliki ponsel pintar. Namun kenyataannya, pemerataan akses jaringan selular masih perlu terus dikembangkan. Hal itu diungkapkan Mohammad Rosidi yang mengatakan bahwa saat ini masih terdapat lebih dari 10% masyarakat Indonesia yang masih belum memiliki akses jangkauan seluler.

Terkait hal itu, Huawei sebagai salah satu broadband di Indonesia mencoba turut ambil bagian dalam mengembangkan infrastruktur telekomunikasi khususnya di pelosok pedesaan. Huawei memperkenalkan solusi total yang memperhitungkan sejumlah data dasar, termasuk populasi, daya transmisi dan grid, serta pengukuran 3 dimensi untuk pendapatan, cakupan, serta biaya, yang dapat menghasilkan keuntungan. “Huawei percaya akan pentingnya meningkatkan jaringan di wilayah terpencil untuk mempercepat pembangunan TIK nasional. Oleh karena itu Huawei menawarkan solusi yang mencakup produk-produk dengan daya yang rendah, fitur hemat energi, komponen yang dioptimalkan, dan fitur hemat transmisi. Karena kami melihat bahwa kemampuan TIK dapat mendukung pertumbuhan yang positif untuk ekonominasional,” ujar Mohamad Rosidi. (Resta)