Bahaya dan Dampak Alkohol Bagi Kesehatan

Browse By

Penulis: Lazuardi Pratama (Berbagai Sumber) | Foto : Spesial

Ada banyak alasan orang minum alkohol. Mungkin karena mereka menikmatinya, tuntutan pergaulan, atau penghilang stres dan peliknya masalah hidup.

Sayangnya, minuman yang dianggap bisa menenangkan jiwa ini menyimpan banyak bahaya bagi tubuh jika diminum melebihi kadar sehat, terutama organ hati.

Minuman beralkohol bukanlah konsumsi umum masyarakat di Indonesia. Namun bagi kalangan yang ingin mendapatkan manfaat alkohol, penting untuk mengetahui takaran konsumsi yang tepat demi menghindari efek buruknya.

Minum alkohol dapat mempengaruhi jantung dengan cara yang baik dan buruk. Di satu sisi, penelitian menunjukkan bahwa minum moderat—hingga dua gelas sehari untuk pria dan satu minuman untuk wanita—dapat menurunkan kemungkinan terkena penyakit jantung. Di sisi lain, minum berat—baik sekaligus atau dari waktu ke waktu—dapat merusak hati. Penggunaan alkohol jangka panjang juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung.

Menurut Dr. Henk F.J. Hendriks (TNO Nutrition and Food Research, Belanda), mengonsumsi alkohol dalam jumlah takaran rata-rata akan mampu menaikkan kadar hormon. Hal ini diyakini bisa membantu arteri darah.

Mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah secukupnya dapat menurunkan risiko tersumbatnya aliran darah pada saluran arteri dari peradangan, sejumlah asam lain dalam darah, dan pembekuan darah. Alkohol juga dipercaya mampu meningkatkan DHEAS (dehydro-epiandrosterone) yang mempunyai manfaat memperlancar peredaran darah dalam tubuh. Tingkatan DHEAS dalam tubuh manusia berhubungan dengan faktor usia, di mana semakin tua usia semakin menurun tingkat DHEAS-nya.

“Sedikit alkohol mungkin bermanfaat, tapi jika terlalu banyak jelas akan menjadi racun,” kata dr. Scott Solomon, seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School dan direktur kardiologi non-invansif di Brigham, seperti yang dikutip oleh Time.

Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap alkohol. Hal ini bisa dipengaruhi oleh tinggi badan, berat badan, jenis kelamin, dan beberapa faktor lain. Bahkan apa yang Anda makan atau berapa banyak waktu tidur yang Anda punya hari itu bisa memberikan perbedaan reaksi terhadap tubuh Anda.

Para peneliti yang dipimpin oleh dr. Scott Solomon memberikan petunjuk mengenai hal tersebut dan telah dipublikasikan di jurnal Circulation. Hasil yang diperoleh tidak begitu baik. Pada pria, jantung mereka bekerja lebih keras dibandingkan pada jantung non-peminum. Sementara pada wanita, perubahan ini muncul saat mereka mulai meminum sekitar satu gelas dalam sehari. Yang jelas, lebih dari dua gelas perhari merupakan titik batasan untuk pria, dan untuk wanita, mungkin lebih rendah dari itu.

Ketika minum alkohol, tubuh akan menyerapnya ke dalam aliran darah dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh. Bahkan, dalam takaran kecil pun, ia akan mempengaruhi setiap bagian dari tubuh. Alkohol akan keluar dari tubuh melalui urin dan napas dalam jumlah yang kecil. Ia juga dapat menyebabkan perubahan fisik dan emosional yang dapat merusak tubuh dan menempatkannya dalam bahaya serius.

Alkohol yang tidak dipecah oleh hati pergi ke seluruh tubuh, termasuk otak. Alkohol dapat mempengaruhi bagian otak yang mengendalikan gerakan, penilaian, dan memori. Efek ini menyebabkan kesulitan berjalan, bicara cadel, penyimpangan memori, dan perilaku impulsif. Minum berat jangka panjang dapat mengecilkan lobus frontal otak, yang mengganggu kemampuan berpikir.

Selain otak, organ yang tergolong sangat kompleks adalah hati. Organ ini berfungsi membantu proses pencernaan makanan, menyaring racun dari darah, mengatur gula darah serta kolesterol, dan membantu tubuh melawan infeksi serta serangan penyakit lain.

Ilustrasinya seperti ini, Anda menenggak minuman alkohol, cairan ini akan diserap ke dalam aliran darah. Alkohol dalam konsentrasi tinggi akan melewati organ hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Di dalam organ hati terdapat sel-sel mengandung enzim yang bertugas mengubah zat alkohol menjadi air dan karbondioksida agar tidak berdampak negatif pada bagian tubuh lain.

Beberapa sel-sel hati akan mati tiap kali terekspos oleh zat alkohol. Namun karena hati adalah organ yang tangguh, hati bisa dengan mudahnya memproduksi sel-sel baru. Tapi kemampuan hati yang bisa meregenerasi sel ini akhirnya akan terganggu ketika Anda terus-menerus mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang. Hasilnya hati tidak bisa memproduksi sel-sel baru yang mengakibatkan hati menjadi rusak parah.

Efek buruk tidak hanya terjadi pada pengonsumsi, janin pada kandungan juga dapat terkena dampaknya. Ibu hamil yang mengonsumsi minuman mengandung alkohol berisiko melahirkan bayi berkeadaan cacat.

Mengonsumsi alkohol juga bisa menjerumuskan Anda ke dalam bahaya, seperti mengalami kecelakaan akibat mengendarai kendaraan bermotor secara ugal-ugalan akibat pengaruh alkohol. Ketika sedang mabuk, fokus, akal dan pikiran menjadi terganggu sehingga Anda bisa tidak sadarkan diri melakukan kekerasan, seperti berkelahi atau melukai orang lain.

Anda juga bisa saja terjatuh dari tangga karena terlalu mabuk. Berhubungan seksual tanpa sadar atau melakukan seks secara tidak aman juga bisa dilakukan ketika dipengaruhi alkohol.

Banyak sedikitnya seseorang minum alkohol, kini dapat diukur lewat hembusan napas. Hanya dengan meniupkan napas, maka akan terlihat kadar alkohol seseorang itu, apakah mabuk ringan, mabuk sedang, atau mabuk berat.

Biasanya, pengukuran kadar kemabukan seseorang dapat diukur dengan melihat BAC, atau Blood Alcohol Concentration. BAC adalah persentase kadar alkohol dalam darah seseorang.Pada 0,05% BAC, keputusan seseorang menjadi terganggu, Pada 0,20% BAC, seseorang cenderung memiliki penglihatan ganda dan Pada 0,40% BAC, seseorang mungkin berada dalam keadaan koma.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dan beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk mengatasi mabuk alkohol, yaitu:

Madu – Madu mengandung senyawa fruktosa yang berguna untuk memecah unsur racun alkohol yang masuk ke tubuh. Saat orang mabuk berat di malam hari, dianjurkan pada pagi harinya makan roti yang ditambahkan madu karena bisa jadi sumber kalium dan natrium yang juga mengatasi tubuh untuk melawan alkohol.

Susu – Minum segelas susu sebelum minum alkohol akan memperlambat penyerapan alkohol oleh tubuh.

Zink dan Vitamin B – Enzim di dalam hati bisa mengubah alkohol menjadi asetaldehida, yaitu zat yang menyebabkan wajah memerah, sakit kepala, dan mual yang merupakan efek dari mabuk. Untuk mendetoksifikasi alkohol ini, enzim hati memerlukan mineral zink (seng) dan vitamin B terutama B1.

Minum air putih – Dehidrasi merupakan salah satu efek samping utama dari mabuk. Karenanya jika seseorang habis minum, maka setelah sampai di rumah segeralah minum 500 ml air kelapa atau air putih. Cairan ini akan membantu menghidrasi tubuh serta meningkatkan jumlah elektrolit dan kadar glukosa dalam darah.

Jus jeruk atau tomat – Jus buah segar dapat mengatasi kondisi mabuk. Seperti air, jus buah ini membantu membuang racun serta memasok kadar air dalam tubuh. Minumlah jus buah karena kandungan gula pada buah-buahan (fruktosa) secara cepat terserap ke aliran darah sehingga akan mendongkrak energi dalam jumlah besar. Sejumlah studi menunjukkan fruktosa juga ambil bagian dalam mempercepat eliminasi racun-racun dari dalam tubuh, termasuk yang terdapat pada alkohol. Jus tomat dan jeruk diyakini paling baik, karena juga kaya nutrien seperti vitamin C.

Related Post