Anxiety Disorder, Bukan Sekadar Cemas

Browse By

Penulis: Dana A. Anjani | Foto: Spesial

Anxiety isn’t something that goes away, it’s something you learn to control.

Everyone might feel anxious, it’s a normal emotion. But anxiety disorders are different though.

Pada dasarnya, cemas adalah perasaan sehari-hari yang wajar terjadi bagi tiap orang. Namun jika ia hadir terus menerus dalam jangka waktu tertentu, rasa cemas ini justru akan menjadi gangguan mental. Gangguan inilah yang kemudian akan memengaruhi hidup seseorang baik secara pribadi, dan juga sosialnya.

woman-screamingBicara tentang cemas, hal yang lumrah jika tiap orang merasa cemas dalam kehidupan sehari-harinya. Merasa nervous di hadapan banyak orang, tidak merasa percaya diri, takut salah dalam melakukan sesuatu, hingga memblokade diri dengan pikiran bahwa semua harus sesuai dengan aturan dan urutan yang telah direncanakan. Untuk beberapa hal, ini masih terbilang wajar, namun jika tingkat kecemasan ini sudah berlangsung hingga enam bulan, ditambah dengan sebab-sebab yang irasional. Artinya, sudah saatnya Anda memeriksakan diri. Bisa jadi Anda menderita gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Gangguan kecemasan (anxiety disorder) didefinisikan sebagai sekelompok gangguan mental yang membuat orang menderita perasaan cemas dan khawatir yang berlebihan, dan dengan penyebab yang tidak jelas.

Juli Saragih, psikolog dan sekaligus staf pengajar di Fakultas Psikologi USU mengungkapkan bahwa gangguan kecemasan ini ditandai dengan munculnya reaksi fisiologis. Seperti jantung yang berdebar tak teratur, keringat keluar bahkan tanpa melakukan kegiatan fisik yang berat, dan nafas pendek-pendek. Untuk taraf yang sudah parah, akan terasa seperti serangan jantung, dan pikiran seperti kosong. “Kecemasan ini meningkat jadi gangguan mental jika tarafnya sudah parah dan terjadi selama beberapa waktu berturut-turut, dari satu hingga enam bulan, dengan penyebab munculnya kecemasan yang irasional,” jelasnya. “Selain itu, kecemasan ini bisa dianggap sebagai sebuah disorder jika sudah mengganggu tiga fungsi penghidupan, yaitu fungsi sosial, pendidikan, dan pekerjaan,” tambahnya pula.

Menurut Juli, gejala gangguan kecemasan berlebihan berbeda pada tiap orang dan tergantung pada jenis gangguan yang dimiliki. Namun secara umum, beberapa gejala yang dapat dilihat seperti:

  • Munculnya perasaan panic, takut, dan cemas tanpa sebab yang masuk akal
  • Gangguan tidur, seperti insomnia dan gelisah
  • Tangan atau kaki berkeringat dingin
  • Nafas yang pendek-pendek
  • Detak jantung yang tak beraturan
  • Sulit untuk bersikap tenang
  • Mulut kering
  • Kaku dan muncul perasaan geli atau sakit mendadak pada tangan dan kaki
  • Mual-mual
  • Otot kaku
  • Kepala pusing

 

Terdapat beberapa jenis anxiety disorder yang banyak terjadi, diantaranya:

Panic Disorder. Orang dengan kondisi ini cenderung memiliki perasaan takut akan terror dan ancaman yang mungkin akan terjadi secara tiba-tiba dan berulang, tanpa adanya peringatan sebelumnya. Beberapa gejala munculnya gangguan ini meliputi keluarnya keringat, rasa nyeri pada dada, detak jantung yang tak beraturan, dan perasaan seperti tercekik. Pada taraf tertentu, Anda seperti merasa akan terkena serangan jantung atau seperti “akan jadi gila” tanpa sebab yang jelas.

Social Anxiety Disorder, juga dikenal dengan Social Phobia. Gangguan ini menyebabkan rasa cemas yang berlebihan disertai rasa tidak nyaman dengan kehidupan sosial sehari-hari. Rasa khawatir ini seringnya muncul akibat rasa takut atas penilaian dari orang lain di lingkungan sosial, atau takut melakukan segala sesuatu yang dikira akan berdampak memalukan dan terlihat konyol di depan banyak orang.

Specific phobia. Kondisi ini merujuk pada rasa takut terhadap sesautu atau kondisi yang spesifik, seperti takut ketinggian, takut tempat sempit, atau takut terbang. Level ketakutan ini biasanya tidak wajar dan irasional dan menyebabkan orang tersebut menghindari kondisi yang mengharuskannya melakukan hal tersebut.

Generalized anxiety disorder. Ini merupakan kondisi khawatir berlebihan secara umum, munculnya rasa khawatir bahkan ketika tidak ada penyebab yang memungkinkan terjadinya kecemasan.

Diagnose

Jika Anda memiliki beberapa ciri fisiologis yang sesuai dengan gangguan kecemasan berlebihan, namun masih ragu dengan apa yang sedang Anda hadapi, baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini untuk mengetahui apakah Anda memang memiliki gangguan kejiwaan ini, atau malah mengidap penyakit medis lainnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan jika gejala gangguan kecemasan yang hadir, dokter akan mulai evaluasi dengan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Meskipun tidak ada tes laboratorium untuk secara khusus mendiagnosa gangguan kecemasan, dokter dapat menggunakan berbagai tes untuk mencari penyakit medis lainnya sebagai penyebab gejala yang muncul.

Jika tidak ada penyakit medis lainnya ditemukan, Anda mungkin akan dirujuk ke psychiatrist, psikolog, atau profesional kesehatan mental lain yang dilatih khusus untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit kejiwaan. Psikiater dan psikolog akan melakukan wawancara khusus dan melakukan evaluasi terhadap gangguan yang Anda miliki. Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk melihat apakah Anda memang memiliki gangguan kecemasan tertentu, atau hanya kecemasan yang normal.

Treatment

Menurut Juli, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk treatment terhadap gangguan kecemasan berlebihan ini. Salah satunya adalah dengan CBT (Cognitive Behaviour Treatment) atau terapi kognitif perilaku. Ini adalah jenis tertentu dari psikoterapi di mana seseorang belajar untuk mengubah perilakunya dengan cara mengubah pola atau isi pikir (kognitif). Pada tahap terapi ini, seseorang dengan gangguan ini akan ditelusuri pola berpikirnya untuk melihat proses atau isi pikiran negatif yang memunculkan kecemasan. Proses selanjutnya adalah mengubah (menstrukturisasi) isi pikiran negatif ke pikiran yang positif agar perilaku yang muncul juga juga positif. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah socratic dialogue, dimana orang tersebut akan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan memberikan insight (pemahaman) bahwa penyebab munculnya kecemasan dalam dirinya adalah sesuatu yang irasional. Hal inilah yang kemudian akan membuka pikiran baru terhada orang tersebut. “Gangguan kecemasan sering terjadi karena munculnya pemikiran yang irasional dari seseorang, disitulah kita harus memberikan fakta-fakta yang mampu mengusir pikiran dan kecemasan-kecemasan tersebut,” terangnya.

Selain itu, terdapat pula psikoterapi yang memungkinkan seseorang untuk dibantu oleh psikolog atau psikiater untuk memahami dan menangani gangguan yang mereka derita. Turut sertanya seorang ahli dalam bidang ini juga dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan yang dimiliki dengan penanganan tertentu.

Untuk kasus-kasus tertentu, penggunaan obat-obatan dilakukan. Obat yang digunakan untuk mengurangi gejala gangguan kecemasan meliputi banyak antidepresan, obat-obatan antikonvulsan tertentu dan antipsikotik dosis rendah, dan obat-obatan mengurangi kecemasan lainnya. Selain itu, mengubah gaya hidup dan pola makan juga dinilai mampu mengurangi gangguan kecemasan berlebihan ini.

Pencegahan

Sayangnya, anxiety disorders tidak dapat dicegah, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol atau mengurangi gejalanya, seperti berhenti atau mengurangi konsumsi produk yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman energi, dan cokelat. Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter atau apoteker sebelum mengambil atau mengonsumsi obat-obatan yang banyak mengandung bahan kimia yang dapat meningkatkan gejala kecemasan. Selain itu, carilah konseling dan dukungan jika Anda mulai untuk secara teratur merasa cemas tanpa sebab yang jelas.

Related Post