Agar Tidak Tekor Saat Lebaran, Ini Tips Nya

Browse By

Penulis M. Sahbainy Nasution (Berbagai Sumber) I Photo Berbagai Sumber

Tak terasa, Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari. Sudah menjadi tradisi, ketika lebaran tiba, banyak yang perlu dibeli seperti, kue kering, pakaian baru, kendaraan baru dan istri baru (bila diperlukan) .  Pastinya, dana untuk membeli keperluan itu semua berasal dari Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji. Alhasil, pengeluaran akan melonjak tajam dari bulan lainnya.

Nah, Bagi karyawan yang berpenghasilan pas-pasan, pengeluaran pada momen lebaran sebenarnya bisa diminimalisir, sehingga tidak terlalu membawa masalah. Apalagi, jika kebutuhan lebaran ini sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Tapi, tak sedikit orang yang justru mengalami masalah keuangan.

Biasanya itu terjadi ketika bulan Ramadan selesai. Banyak orang yang mengeluarkan terlalu banyak uang di atas THR yang diterima, alih-alih supaya dapat pengakuan sukses. Pada akhirnya, justru harus mengeluarkan gaji bulanan. Padahal, gaji seharusnya digunakan untuk kebutuhan hidup di bulan berikutnya.
Bagaimana agar tidak mengalami tekor keuangan di saat lebaran?

Anggarkan Pengeluaran Selama Lebaran

Bisa jadi, jika Anda tak memiliki anggaran pengeluaran selama menjalankan mudik dompet akan menipis. Untuk itu, perlu ada prioritas pengeluaran yang harus dilakukan seperti, membayar zakat fitrah dan
zakat mal, kebutuhan lebaran, pemberian santunan dan biaya mudik.

Pisahkan Gaji dan THR

Tak sedikit dari karyawan, ketika mendapatkan THR seakan-akan mendapatkan rezeki berlimpah, sampai melupakan pengeluaran untuk bulan depan. Perencanaan keuangan, Prita Hapsari Ghozie mengatakan, jika gaji dan THR bercampur, setelah lebaran uang untuk biaya kehidupan di bulan berikutnya akan habis. Untuk itu, perlu ada pemisah antara gaji dan THR yang didapat.

Hindari Utang

Tak sedikit orang yang ingin mendapatkan sesuatu untuk momen lebaran sampai berutang, mulai dari menggadaikan surat-surat berharga atau meminjam uang di lembaga keuangan bahkan kantor sendiri. Padahal, jika Anda berutang, sudah tentu awal mula bencana berikutnya. Karena, Anda harus melakukan cicilan utang setiap bulan, secara otomatis pendapatan akan berkurang pula. Jadi sebisa mungkin hindari berutang atau terapkan kata pepatah, ‘ikat perut’.

Bayar Angsuran Kredit

Dari pada Anda berutang lagi, lebih baik pendapatan dari THR digunakan untuk membayar cicilan kredit yang belum lunas. Agar dikemudian hari, utang yang Anda miliki tak mengalami pembengkakan ketika tagihan.