5 Alasan Kenapa Eiffel I’m In Love 2 Harus Kamu Tonton

Browse By

Penulis Vicky Siregar

Banyak yang tak sabar menanti kelanjutan kisah cinta antara Tita dan Adit dalam film Eiffel I’m In Love. Film garapan sutradara ternama, yaitu Rizal Mantovani ini pertama rilis pada tahun 2003 dan sukses menarik perhatian. Lebih dari 2,8 juta penonton menjadi saksi kisah cinta remaja antara Adit dan Tita yang berlatar Kota Paris, Prancis.

14 tahun berlalu, film yang dibintangi Samuel Rizal dan Shandy Aulia ini akhirnya punya  sekuelnya, yakni Eiffel I’m In Love 2. Film bergenre romantis ini akan tayang serentak pada Hari Valentine atau 14
Februari 2018 diseluruh bioskop-bioskop Indonesia. Trailer film produksi Soraya Intercine Films
ini pun telah disaksikan lebih dari 2,7 Juta penonton.

Prediksi bagaimana alur cerita mulai bertebaran, tapi Rizal Mantovani akan buat alur cerita yang sulit untuk ditebak, tapi bila masih ragu untuk menonton film ini, berikut sedikit ulasan kenapa kamu harus nonton kelanjutan cinta  Tita dan Adit :

  1. Akhir Cerita Cinta Jarak Jauh

Belasan tahun memperjuangkan cinta dalam jarak, rentetan bully yang diterima oleh Tita selama melajang dengan mudah bisa terbayang. Jika Dilan berani bilang rindu itu berat, kebayangkan beratnya menahan rindu dan harus menjalani long distance relationship.

Pertanyaan yang realistis, setelah begitu banyak olokan dari teman-temanya yang sudah punya anak, akankah Tita tetap bertahan dengan hubungan yang serba klise ini atau mencari cinta yang lain seperti yang dilakukan Cinta dalam film AADC

2. Banyak Pertontonkan Keindahan Paris

Paris dalam benak siapapun, selalu menjadi kota yang identik dengan kata romantis, setiap pasangan yang baru menikah pasti punya angan untuk berbulan madu ke sana. yah, kota yang terkenal dengan menara Eiffel-nya itu memang selalu indah dilihat dari sudut mana pun.

Sedikit banyaknya, jika belum bisa melangkahkan kaki kesana, Anda bisa menikmati kemolekan Paris berbarengan dengan manisnya janji suci Adit ke Tita, yang tentunya tetap dibubui ribut-ribut yang berujung kemesraan.

3. Gonta Ganti Penulis

Setelah wara-wiri mencari penulis yang tepat, tersebutlah nama Donna Rosamayna, penulis novel remaja pada tahun 2000-an itu dinilai layak menggantikan sosok Alm. Nasri Cheppy.

“Waktu itu saya nyerah nyari penulis skenario EIFFEL I’M IN LOVE 2 ini, nggak ada yang bisa, nggak ada yang cocok. Lalu saya kerja sama Donna untuk film lain, tiba-tiba saya ngomong sama dia udah nonton EIFFEL pertama. Dia bilang iya. Saya minta: ‘Bisa nggak bikin sedikit scene, saya cuma pengen lihat aja?’. Dia sanggupi bikin cerita setelah film pertama. Lalu saya baca dan kaget, kok karakternya persis,” ujar Sunil Soraya selaku produser seperti yang dikutip dari Kapanlagi.com.

4. Reuni Pemain Lama

Selain Samuel dan Shandy, pemain asli seperti Helmy Yahya, Saphira Indah dan Hilda Arifin kembali didapuk memainkan karakter mereka yang terdahulu. Lantas, ada pula penambahan karakter, Wafda. Walau pemainnya sama, tapi alur cerita tetaplah berbeda, jika dahulu berkisah tentang kisah cinta anak remaja umur 15 tahun, film sekuelnya ini lebih banyak mempertontonkan konflik percintaan yang lebih rumit.

5.  Belajar Membina Hubungan Jarak Jauh

Berawal dari persahabatan orang tua mereka, Tita pun pertama kali bertemu Adit saat menggantikan ayahnya untuk menjemput ke bandara. Diceritakan awalnya masing-masing sudah punya pasangan, hingga akhirnya mereka putuskan pasangannya dan akhirnya saling mengagumi.

Di saat lagi nyaman-nyamannya, Tita malah ditinggal Adit balik ke Perancis, setahun berselang baru mereka reunian di Paris. Tak mau ketinggalan kesempatan Adit pun ungkapkan isi hatinya di depan menara Eiffel, selepas itu Tita kembali ke Indonesia dan menjalin cinta jarak jauh selama 14 tahun. Jadi bila difilm ini kisah cinta itu berakhir pernikahan, boleh lah kisah cinta Adit dan Tita jadi panutan Anda yang menjalani long distance ralationship.

 

Related Post